Pada minggu pertama ibadah puasa Ramadhan 1447 H/ 2026, petugas kebersihan pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) kabupaten Mamuju tetap melaksanakan pelayanan pengangkutan sampah di area perkotaan Mamuju. Seluruh armada pengangkutan yang dimiliki DLHK sebanyak 16 unit truk pengangkut dan sekitar 35 unit motor pengangkut roda tiga beroperasi melayani pengangkutan sampah di berbagai wilayah di perkotaan Mamuju. Sebagian besar armada berfokus pada pengangkutan sampah di kawasan pusat perdagangan dan fasilitas publik seperti pasar lama- Binanga, pasar Regional Mamuju- Pasar Baru, sepanjang jalan arteri Mamuju Ring Road, Stadion dan GOR Manakarra, hingga rumah sakit. Sebagian lagi beraktivitas melakukan pengangkutan sampah di sepanjang jalan raya seperti jalan Andi Makkasau, Cik Cik Tiro, Husni Thamrin dsb, dan perumahan-perumahan yang berada di kawasan perkotaan Mamuju.
Jadwal pengangkutan sampah selama bulan Ramadhan bergeser dari jadwal pengangkutan pada hari- hari biasa. Pada hari biasa, pengangkutan sampah dilakukakan pada pagi atau sore hari, pada bulan Ramadhan, pengangkutan sampah dilakukan dominan pada sore hari dari jam. 15.00 wita- selesai. Untuk pengangkutan sampah dari perumahan dengan menggunakan motor pengangkut roda tiga atau pengangkut ringan tipe carry pick up, dimulai lebih awal. Selain melakukan pengangkutan sampah, petugas kebersihan juga rutir melakukan kerja bakti bersama, melakukan pembersihan area publik atau pusat perdagangan seperti pasar, kawasan perdagangan UMKM, khususnya area perdagangan makanan minuman untuk berbuka puasa. Pelaksanaan kerja bakti berfokus pada pengangkutan sampah organik seperti kulit kelapa muda, kulit buah, sisa potongan sayur/ buah, dan jenis sampah lainnya yang mudah busuk/ terdekomposisi.
Volume timbulan sampah selama bulan Ramadhan cenderung meningkat khususnya jenis sampah organik seperti limbah bahan makanan dan limbah makanan jadi. Untuk mengurangi timbulan sampah yang dihasilkan, ada baiknya setiap orang mengurangi sampah yang dihasilkan. Salah satu cara mengurangi sampah limbah makanan adalah dengan menghabiskan atau tidak menyisakan makanan yang dikonsumsi. Dengan semakin berkurangnya jumlah makanan terbuang, maka voume sampah organik semakin berkurang untuk diangkut ke TPA. Hal lain yang dapat dilakukan adalah mengkonsumsi makanan dengan bijak, mengurangi pemborosan bahan makanan yang akan diolah, melakukan pengomposan limbah makanan/bahan makanan dengan sistem TEBA, atau memasaukkan ke biopori atau teknologi lainnya yang ramah lingkungan.
Selain sampah organik dari limbah bahan makanan atau sisa makanan, juga perlu dilakukan pengurangan sampah non organik khususnya sampah plastik. Sampah plastik, khususnya kantong plastik sekali pakai (plastik kresek) adalah salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan dan mencemari lingkungan. Untuk mengurangi jumlah sampah kantong plastik sekali pakai, ada baiknya setiap orang mengganti wadah plastik sekali pakai dengan tas belanja berkali pakai dengan bahan non plastik jika berbelanja. Ada baiknya membawa wadah sendiri dari rumah untuk wadah makanan yang akan dibeli dari luar rumah. Dengan membawa wadah sendiri dari rumah, kita dapat menjamin kebersihan wadah sekaligus mengurangi volume timbulan sampah plastik khususnya sampah kantong plastik sekali.
Mari jalani ibadah puasa Ramadhan 1447 H/2026 dengan penuh iman, semakin dekat pada ALLAH SWT, dan juga mengusahakan lingkungan hidup yang baik dan sehat bagi kita dan sesama, salah satunya dengan mengurangi timbulan sampah khususnya sampah plastik seklai pakai. (a2p,wjy,nla)
KOMENTAR UNTUK DISIKUSI