Apa Itu Perubahan Iklim? Penyebab Dampak Perubahan Iklim.

Apa Itu Perubahan Iklim? Penyebab Dampak Perubahan Iklim.

Perubahan iklim berdampak pada planet tempat kita hidup, dan segala dinamika hidup didalamnya secara signifikan, dan menjadi salah satu isu pembangunan global yang paling penting saat ini. Tindakan / aksi nyata berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk memitigasi perubahn iklim ini. Bagaimanapun, hanya dengan pemahaman yang mendalam terkait defenisi perubahan iklim, penyebab dan dampak yang ditimbulkan, sangat membantu kita untuk memulai langkah-langkah nyata untuk membuat perubahan bagi planet dan kehidupan kita.

Apa itu Perubahan iklim?

Menurut United Nations, Perubahan iklim mengacu pada perubahan pola suhu dan cuaca dalam jangka panjang. Pendapat yang hampir sama menjelaskan bahwa Perubahan iklim digambarkan sebagai perubahan rata-rata pola cuaca dari suatu lokasi (atau dunia), dan berhubungan dengan perubahan pada lapisan es, permukaan tanah, dan samudera, yang prosesnya dapat berlangsung. Perubahan pola suhu dan cuaca ini dapat terjadi secara alamiah, berhubungan dengan perubahan pada aktivitas matahari atau adanya letusan gunung berapi yang besar seperti yang terjadi pada letusan gunung Krakatau pada Agustus 1883, yang letusannya menutupi atmosfer dan berakibat turunnya suhu diseluruh dunia (www.kompas.com), dapat juga akibat dari aktivitas manusia sendiri. Diperkirakan sejak tahun 1800-an, aktivitas manusia telah menjadi penggerak utama dari perubahan iklim khususnya sejak era revolusi industri, dengan penggunaan bahan bakar fosil seperti batubara, minyak bumi, dan gas.

Penggunaan bahan bakar fossil dalam kehidupan manusia telah menghasilkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) yang mana seperti selimut, menutupi seluruh permukaan bumi, menjebak panas dari sinar matahari didalam bumi, dan menaikkan suhu bumi. Secara alamiah, suhu bumi sangat bergantung pada keseimbangan antara energi yang masuk dan energi yang keluar dari sistem planet bumi. Ketika sinar matahari mencapai permukaan bumi, sinar tersebut dapat dpantulkna kembali ke luar angkasa, atau terserap ke bumi. Energi masuk yang terserap oleh bumi akan menghangatkan bumi. Sekali terserap, Bumi melepaskan sejumlah energi kembali ke atmosfer bumi sebagai energi panas (juga disebut radiasi inframerah). Energi matahari yang dipantulkan kembali ke luar angkasa tidak akan menghangatkan suhu bumi.

Berbagai aktivitas manusia seperti pembakaran bahan bakar fossil (batubara, minyak bumi, gas) untuk panas dan energi, pembabatan hutan, pengusahaan peternakan skala besar, pemupukan tanaman pangan / perkebunan, penyimpanan limbah secara landfill, dan produksi beberapa macam produk industri telah menghasilkan berberapa jenis gas tertentu, yang kita kenal dengan istilah Gas Rumah Kaca (GRK). GRK ini yang dilepaskan ke atmosfer bumi, menyerap energi matahari, memperlambat atau menahan sinar matahari untuk tidak keluar ke luar angkasa. Kondisi ini menyebabkan naiknya suhu permukaan bumi, dan mengubah iklim bumi, yang kita sebut sebagai Perubahan Iklim.

Beberapa Gas Rumah Kaca (GRK) yang dihasilkan dari aktivitas manusia, antara lain :

  1. Karbon dioksida (CO2)

Gas karbon dioksida dihasilkan dari kegiatan pembakaran bahan bakar fosil (minyak bumi, batubara, gas), pembakaran limbah padat, pembakaran kayu/ pohon, dan hasil dari reaksi bahan kimia tertentu. Saat ini aktivitas manusia melepaskan lebih dari 30 Miliar ton CO2 ke atmosper setiap tahunnya (www.epa.gov), Konsentrasi gas karbon diaoksida di atmosfer telah meningkat lebih dari 40 persen sejak era sebelum industri, dari rata-rata 280 parts per million (ppm) pada abad ke 18, menjadi 414 ppm pada tahun 2020.

  1. Metan (CH4)

Aktivitas alam dan aktivitas manusia menghasilkan gas Metan. Aktivitas manusia menghasilkan gas Metan berasal dari aktivitas pertanian, ekstraksi/ penamgabilan bahan bakar fosil dari alam, dan transportasi bahan bakar fosil.

Aktivitas manusia mengingkatkan konsentrasi gas metan selama abad 20 menjadi lebih dari 2,5 kali lebih banyak dibandingkan level pada era sebelum industri, dimana diperkirakan 722 parts per billion (ppb) menjadi 1.867 ppb pada tahun 2019.

  1. Nitrous Oksida

Nitrous Oksida dihasilkan utamanya dari aktivitas pertanian/ perkebunan/ Pembakaran bahan bakar fosil dan proses industri juga menghasilkan nitrous oxide.

  1. F-Gas

Chlorofluorocarbons, hydrochlorofluocarbons,perfluorocarbons, dan sulfur hexafluoride, yang kesemuanya disebut F-Gas, seringkali digunakan pada coolant, bahan pembuata busa, pemadam kebakaran, solvents, pestisida, dan aerosol propellants

Apa yang Menyebabkan Terjadinya Perubahan Iklim?

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, perubahan iklim disebabkan oleh timbulnya Gas Rumah Kaca (GRK) yang besar dari aktivitas manusia, yang menutupi atmosfer bumi, menjebak energi matahari dalam bumi, dan meningkatkan suhu bumi.

Aktivitas manusia yang menghasilkan GRK besar, dan mendorong terjadinya perubahan iklim antara lain :

  1. Pembangkit Listrik

Pembangkit listrik dan panas yang bersumber dari pembakaran bahan bakar fosil (batubara, minyak bumi, gas) menghasilkan emisi GRK global- yakni karbon dioksida dan Nitrous Oxide.

  1. Industri dan manufaktur barang

Industri dan manufaktur barang dalam kegiatannya menghasilkan GRK, terutama dari pembakaran bahan bakar fosil sebagai sumber utama energi untuk menghasilkan barang sperti semen, besi, baja, barang elektronik, plastik, baju, da barang lainnya. Kegiatan proses penambangan mineral dan bahan tambang lainnya, juga proses industri serta industri konstruksi jug amenghasilkan gas rumah kaca.

  1. Penebangan Hutan Yang Massif

Penebangan tegakan hutan secara massif dan mengganti peruntukkan lahan hutan dengan kegiatan peternakan besar, perkebunan, atau pertambangan akan menghasilkan emisi GRK. Pohon yang ditebang akan melepaskan CO2 yang disimpan dalam seluruh bagian pohon. Selain itu, pengurangan jumlah tegakan pohon hutan dan luasan hutan akan mengurangi kemampuan hutan untuk menyerap karbon dioksida yang dihasilkan dari kegiatan manusia.

  1. Sektor Transportasi

Kebanyakan moda trasnportasi yang digunakan oleh manusia baik sepeda motor, mobil, bis, kapal laut, pesawat udara, digerakkan dengan energi yang bersumber dari bahan bakar fosil. Sektor transportasi diperkirakan menghasilkan seperempat dari emisi karbon dioksida.

  1. Produksi Makanan

Produksi makanan menghasilkan emisi GRK- karbon dioksida, metan, dan GRK lainnya- dengan berbagai cara seperti alih fungsi lahan hutan menjadi peternakan besar, atau perkebunan komoditas pertanian, Penggunaan pupuk untuk tanaman pangan, Penggunaan bahan bakar fosil untuk menjalankan alat-alat pertanian hingga transportasi produk pertanian ke konsumen akhir, dll aktivitas produksi makanan, menyebabkan industri produksi makanan juga menjadi penyumbang emisi GRK yang besar,

  1. Perumahan dan Real Estate

Secara global, sektor perumahan dan real estate mengkonsumsi lebih dari setengah energi listrik yang dihasilkan. Jika energi listrik yang dihasilkan bersumber dari pembakaran bahan bakar fosil, maka aktivitas perumahan dan real estate menghasilkan emisi GRK.

  1. Konsumsi Yang Berlebihan.

Konsumsi yang berlebihan dan boros, baik konsumsi energi listrik, bahan bakar fosil, konsumsi makanan/ minuman, konsumsi pakaian, elektronik, plastik yang berlebihan dari setiap individu (yang akhirnya menjadi sampah), juga menghasilkan emisi GRK yang besar.

Apa Dampak Perubahan Iklim?

Dalam 200 tahun terakhir, aktivitas manusia menjadi faktor utama terjadinya perubahan iklim yang besar dan cepat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dampak Perubahan iklim bagi seluruh kehidupan dimuka bumi :

  1. Suhu Bumi yang lebih panas.

Peningkatan konsentrasi GRK di atmosfer bumi, juga meningkatkan suhu permukaan bumi. Dekade terakhir tahun 2011-2020, tercatat shu permukaan bumi yang paling panas dibandingkan dekade sebelumnya. Sejak tahun 1980, setiap dekade, suhu permukaan bumi menjadi lebi panas dari dekade sebelumnya.

Pada tahun 2022, Pemerintah India mencatat shu maksimum rata-rata pada bulan Maret adalah 33,10⁰ C, ini adalah suhu maksimum rata-rata tertinggi dalam 122 tahun terakhir. Pada bulan April, suhu maksimum rata-rata meningkat menjadi 35,30 ⁰ C, dan pada bulan Mei, suhu di India mencapai 50 ⁰ C. Gelombang panas juga terjadi di Pakistan.

  1. Badai yang Lebih Keras,

Badai yang lebih keras dan merusak menjadi lebih intens dan lebih banyak diberbagai daerah di Bumi. Ketika suhu bumi meningkat, lebih banyak uap yang ter-evaporasi, yang memperburuk curah hujan yang ekstrim dan banjir, menyebabkan badai yang lebih merusak. Frekuensi dan meluasnya badai tropis juga dipengaruhi oleh lauran yang lebih panas. Angin siklon, badai, dan angin topan dishasilkan dari suhu permukaan air laut yang lebih panas.

  1. Meningkatnya Kekeringan.

Perubahan iklim mengubah ketersediaan air, membuat ketersediaan air semakin langka di lebih banyak wilayah. Perubahan iklim memperburuk kelangkaan air pada daerah – daerah yang mengalami tekanan berat akan ketersediaan air, dan mengarah pada meningkatnya risiko kekeringan pertanian yang memperngaruhi produksi pangan, dan kekeringan juga menyebabkan kerusakan ekosistem baik darat, laut, sungai. Kekeringan yang disertai dengan badai pasir, akan membawa miliaran ton pasir melintasi daratan, yang memperluas wilayah padang pasir, dan mengurangi wilayah yang memiliki tanah subur untuk budidaya tumbuhan pertanian.

  1. Meningkatnya suhu dan permukaan air laut

Lautan menyerap paling banyak panas dari pemanasan global. Rata-rata keinakan suhu permukaan air laut meningkat dalam dua dekade terakhir. Ketika suhu permukaan air laut meningkat, volume air laut juga meningkat, dan sebaran air laut menjadi lebih luas. Mencairnya hamparan es di Kutub, menyebabkan naiknya permukaan air laut, yang mengancam keberadaan masyarakat yang tinggal di pulau- pulau kecil dan pinggiran pantai. Sebagai tambahan, lautan juga menyerap GRK- Karbon dioksida- dan menyimpannya. Ssemakin banyak karbon dioksida terserap, menyebabkan air laut lenih asam, yang mana akan membahayakan kehidupan laut dan terumbu karang tempat hidup ekosistem laut.

  1. Hilangnya Spesies

Perubahan Iklim menimbulkan risiko kelangsungan hidup bagi spesies darat maupun lautan. Risiko ini semain menngkat seiring dengan meningkatnya suhu bumi. Diperburuk oleh perubahan iklim, saat ini dunia kehilangan sepsies rata-rata 1000 kali lebih besar dari kurun waktu tertentu dalam sejarah hidup manusia yang tercatat. Diperkirankan 1 Juta spesies dalam risiko terancam punah dalam beberapa dekade kedepan. Kebakaran hutan, cuaca yang ekstrim, dan hama invasif serta penyakit adalah diantara banyaknya ancaman yang berhubungan dengan Perubahan Iklim.

  1. Kelangkaan Pangan

Perubahan Iklim dan peningkatan cuaca yang ekstrim adalah beberapa alasan dibelakang meningkatnya kelaparan dan kondisi gizi buruk secara global. Sektor perikanan, pertanian, dan peternakan kemungkinan akan rusak atau menjadi kurang produktif untuk menghasilkan bahan pangan bagi penduduk dunia. Dengan air laut yang lebih asam, yang mengancam keberadaan hewan dan tumbuhan laut yang menjadi sumber pangan bagi miliran penduduk bumi. Perubahan hamparan es di berbagai daerah kawasna kutub, menganggu ketersediaan makanan dari perburuan hewan dan perikanan laut. Tekanan panas akan mengurangi ketersediaan air untuk budidaya tanaman pangan, dan menurunkan hasil pangan dunia.

  1. Risiko Kesehatan

Perubahan iklim adalah ancaman utama kesehatan manusia. Dampak perubahan iklim membahayakan kesehatan, melalui polusi udara, penyakit, kejadian cuaca ekstrim, tekanan pada kesehatan mental, dan meningkatnya kelaparan dan gizi buruk di tempat dimana manusia tidak dapat menumbukhan tanaman atau mendapatkan makanan yang cukup. Perubahan iklim yang menyebabkan perubahan pola cuaca menyebabkan meluasnya sebaran penyakit. Setiap tahun, faktor lingkungan menyebabkan sekitar 13 juta manusia kehilangan nyawa.

  1. Kemiskinan dan Perpindahan Penduduk

Perubahan iklim meningkatkan faktor- faktor yang menyebabkan atau menempatkan manusia dalam kemiskinan. Banjir yang melanda kawasan perkotaan merusak rumah dan kehidupan. Panas yang ekstrim menyebabkan manusia tidak dapat bekerja diluar ruangan. Kelangkaan air berpengaruh pada panen tanaman pangan. Selama dekade tahun 2010-2019, kejadian yang disebabkan oleh cuaca ekstrim menyebabkan rata-rata sekitar 23,1 Juta orang per tahun harus mengungsi. Kebanyakan pengungsi berasal dari wilayah yang rentan dan terdampak perubahan iklim yang ekstrim.

Ulasan diatas, yang disarikan dari beberapa sumber, memberikan gambaran tentang apa itu Perubahan Iklim, Penyebab dan Dampak Perubahan Iklim tersebut. Dengan mendapatkan gambaran tentang perubahan iklim, kita wajib memulai aksi nyata yang sederhana, mudah diaplikasikan, kontinuitas, radikal, berkeadilan, dan ramah lingkungan, untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) yang menyebabkan pemanasan global (Global Warming) dan mendorong terjadinya perubahan iklim.

(disarikan dari beberapa sumber- written by a2p-DLHK)

 

Daftar Pustaka.

  1. www.kompas.com, judul : Mengenang Letusan Krakatau 26 Agustus 1883, Terkuat Sepanjang Sejarah, kompas.com, 26 Agustus 2021, 08.23 Wwib, penulis : Ahmad Naufal Dzulfaroh, editor : Inggried Dwi Wedhaswary,
  2. United Nations, www.un.org, title : What is Climate Change?, read on June 30, 2023
  3. www.cooleffect.org, title: Climate Change : Cause and Effect Explained, written on May 24, 2021, and read on June 30, 2023
  4. www.epa.gov, Climate Change Science- title : Basics of Climate Change, read on June 30, 2023.
  5. www.cnbcindonesia.com, judul : Perubahan Iklim Jadi Tema Google, Cek Fakta Lengkapnya!, 22 April 2023, 14.20 WIB, dibaca pada tanggal 30 Juni 2023.

 

KOMENTAR UNTUK DISIKUSI