BIOPORI : SOLUSI PENANGANAN SAMPAH ORGANIK SKALA RUMAH TANGGA

BIOPORI : SOLUSI PENANGANAN SAMPAH ORGANIK SKALA RUMAH TANGGA

Mungkin bagi sebagian orang, istilah biopori belum terlalu lazim didengarkan atau bahkan dilihat fisiknya secara kasat mata. Tetapi biopori adalah salah satu metode sederhana yang memiliki banyak manfaat secara ekologi dan lingkungan. Dalam konteks penanganan sampah organik yang dihasilkan dari aktivitas rumah tangga, metode biopori dapat menjadi salah satu solusi dalam penanganan sampah organik skala rumah tangga dengan teknologi sederhana, berbiaya murah, mudah diaplikasikan oleh setiap orang, dan berdampak positif dalam penanganan sampah organik rumah tangga juga bagi lingkungan sekitar rumah.

  1. Apa itu Biopori dan Sampah Organik?

         Biopori atau yang lazim dikenal lubang biopori adalah lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah sebagai metode resapan air yang ditujukan untuk mengatasi genangan air dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah. Peningkatan daya resap air pada tanah dilakukan dengan membuat lubang pada tanah dan menimbunnya dengan sampah organik untuk menghasilkan kompos. Sampah organik yang ditimbunkan pada lubang ini kemudian dapat menghidupi fauna tanah, yang seterusnya mampu menciptakan pori-pori di dalam tanah. Teknologi sederhana ini kemudian disebut dengan nama biopori. Metode ini dicetuskan oleh Dr. Kamir Raziudin Brata, salah satu peneliti dari Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian-Institut Pertanian Bogor.

         Sampah organik adalah sampah yang berasal dari sisa-sisa makhluk hidup, baik hewan, tanaman, maupun manusia. sampah organik bisa dibagi lagi menjadi dua jenis, yaitu sampah organik kering dan basah.

  • Jenis sampah organik kering memiliki kandungan air yang sedikit hingga tidak ada, contohnya adalah ranting pohon, dedaunan kering, tulang belulang, dsb.
  • Jenis sampah organik basah memiliki kandungan air yang cukup tinggi, membuatnya lebih cepat membusuk dan dapat terurai lebih cepat dibandingkan sampah kering. Contoh sampah organik basah adalah sisa sayuran, buah-buahan, dsb

 

  1. Manfaat Biopori?

Biopori memiliki segudang manfaat secara ekologi dan lingkungan, yaitu memperluas bidang penyerapan air, sebagai penanganan limbah organik, dan meningkatkan kesehatan tanah. Selain itu, biopori juga bermanfaat secara arsitektur lanskap sehingga telah digunakan sebagai pelengkap pertamanan di berbagai rumah mewah dan rumah minimalis yang menerapkan konsep rumah hijau. Biopori kini menjadi pelengkap penerapan kebijakan luas minimum ruang terbuka hijau di perkotaan bersamaan dengan pertanian urban.

  • Penyerapan air.

Biopori mampu meningkatkan daya penyerapan tanah terhadap air  sehingga risiko terjadinya penggenangan air  (waterlogging) semakin kecil. Air yang tersimpan ini dapat menjaga kelembaban tanah bahkan di musim kemarau. Keunggulan ini dipercaya bermanfaat sebagai pencegah banjir. Dinding lubang biopori akan membentuk lubang-lubang kecil (pori-pori) yang mampu menyerap air. Sehingga dengan lubang berdiameter 10 cm dan kedalaman 100 cm, dengan perhitungan geometri tabung sederhana akan didapatkan bahwa lubang akan memiliki luas bidang penyerapan sebesar 3.220,13 cm2. Tanpa biopori, area tanah berdiameter 10 cm hanya memiliki luas bidang penyerapan 78 cm2. Biopori telah dibuat di berbagai tempat di Jakarta  dengan tujuan untuk mengurangi risiko terjadinya genangan air. Selain di Jakarta, biopori juga dibuat di daerah yang tidak memiliki risiko banjir. Biopori tersebut bermanfaat untuk menjaga keberadaan air tanah dan kelestarian mata air. Biopori menjadi alternatif penyerapan air hujan di kawasan yang memiliki lahan terbuka yang sempit.

 

  • Penanganan limbah organik

Biopori juga dapat mengubah sampah organik menjadi kompos. Pengomposan sampah organik mengurangi aktivitas pembakaran sampah yang dapat meningkatkan kandungan gas rumah kaca di atmosfer. Setelah proses pengomposan selesai, kompos ini dapat diambil dari biopori untuk diaplikasikan ke tanaman. Kemudian biopori dapat diisi dengan sampah organik lainnya. Sampah organik yang dapat dikomposkan di dalam biopori diantaranya sampah taman dan kebun (dedaunan dan ranting pohon), dan sampah dapur (sisa sayuran dan tulang hewan).

 

  • Menyuburkan Tanah.

Proses pengomposan sampah/ limbah organik yang dimasukkan kedalam lubang biopori akan membentuk pupuk kompos yang kaya akan zat hara yang sangat dibutuhkan oleh tanah. Dengan keberadaan kompos inilah akan memperbaiki struktur hara tanah dan menyuburkan tanah disekitar lubang biopori.

 

  • Meningkatkan Jumlah Air Tanah.

Keberadaan lubang biopori akan mempermudah masuknya air permukaan kedalam tanah. Dengan berkembangnya mikroorganisme dalam tanah seperti cacing tanah, yang membuat lubang –lubang kecil pada tanah, akan memperluas permukaan tanah yang dapat menampung air permukaan, sehingga kapasitas permukaan tanah untuk menampung air semakin besar. Keberadaan air tanah yang besar sangatlah penting bagi “tabungan” untuk suplai air tawar pada masa kering berkepanjangan, dan mempengaruhi iklim mikro suat wilayah.

 

  • Kesehatan Tanah

Biopori juga dapat meningkatkan aktivitas organisme dan mikroorganisme tanah sehingga meningkatkan kesehatan tanah dan perakaran tumbuhan sekitar. Organisme dan mikrorganisme tanah memiliki peran penting dalam ekologi diantaranya sebagai dettritivora dan pengikat nitrogen dari atmosfer. Pengikatan nitrogen mampu meningkatkan kadar nitrogen tanah sehingga penggunaan pupuk anorganik urea akan berkurang.

 

  1. Cara Pembuatan Biopori?

Cara pembuatan biopori sangatlah sederhana dan berbiaya rendah, dan dapat dibuat pada area terbuka pada kawasan perkantoran, sekolah, rumah ibadah, taman kota, ruang terbuka hijau (RTH), hingga pada lokasi perumahan dengan pekarangan yang sempit.

Langkah-langkah pembuatan biopori adalah sebagai berikut :

  1. Tentukan dahulu lokasi yang akan dijadikan tempat pembuatan lubang biopori.

Tempat pembuatan lubang biopori sebaiknya dilakukan di area terbuka yang terpapar air hujan, atau pada lokasi dimana terdapat banyak genangan air saat hujan melanda. Lubang biopori dapat dibuat disekitar pepohonan, dekat dengan tempat parkir kendaraan dsb.

  1. Setelah lokasi lubang biopori ditentukan, maka selanjutnya adalah siram lokasi tersebut dengan air agara tanah menjadi lebih lunak, dan mudah untuk dilubangi,
  2. Lubangi tanah dengan menggunakan bor tanah, diusahkan lubang biopori dibuat tegak lurus. Buat lubang tanah dengan kedalaman 1 meter, dengan diameter 10-30 cm,
  3. Setelah lubang tanah terbentuk, lapisi lubang biopori dengan pipa PVC yang ukurannya sama dengan diameter lubang. Pipa PVC yang akan digunakan sebagai pelapis lubang, harusnya dilubangi pada setiap sisinya agar memudahkan aliran air permukaan yang masuk ke lubang biopori pada masing-masing sisi tanah lubang.
  4. Setelah selesai melapisi lubang, masukkanlah sampah organik seperti sampah dapur (sisa potongan sayur, pembersihan daging/ ikan) sampah dedaunan, sampah potongan rumput kedalam lubang biopori,
  5. Sampah organik perlu ditambahkan jika isi lubang biopori sudah berkurang atau menyusut akibat proses pelapukan sampah,
  6. Lobang biopori dapat ditutup dengan rang kawat atau penutup pipa PVC yang telah dilubangi pada bagian atasnya, untuk memudahkan masuknya air kedalam lubang biopori.
  7. Kompos yang terbentuk dapat digali, untuk digunakan memupuk tanaman lain, dan lubang biopori dipelihara dan dimasukkan lagi sampah organik baru.

         Marilah melakukan penanganan sampah organik yang dihasilkan baik dari rumah tangga, kantor, sekolah, usaha rumah makan tipe warteg, atau sumber sampah lainnya dengan menggunakan lubang biopori. Dengan menangani sampah organik yang kita hasilkan sendiri melalui metode biopori, maka kita tidak hanya memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang mewajibkan setiap orang mengolah sampah yang dihasilkannya semata, tetapi lebih dalam lagi, kita telah berkontribusi nyata terhadap keberadaan tanah yang sehat, peningkatan jumlah air tanah, pengurangan gas rumah kaca dari pembakaran sampah, dan menyediakan lingkungan dan laam yang baik dan sehat bukan hanya bagi kita yang hidup saat ini tetapi juga bagi generasi mendatang, yang belum tentu kita bisa temui langsung secara fisik.

         Mari kita kelola sampah organik yang kita hasilkan, mulai dari sekarang, dengan cara sederhana untuk hasil yang sangat besar bagi kehidupan sekarang dan masa depan. (a2p,wjy,nla)

Referensi :

  1. Judul : Lubang Resapan Biopori Sederhana Tepat Guna,   https://dlh.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/35-lubang-resapan-biopori-sederhana-tepat-guna,
  2. Judul : Kelola Sampah Organik Dengan Lubang Biopori, https://waste4change.com/blog/kelola-sampah-organik-rumah-tangga-dengan-lubang-biopori/,
  3. Judul : Biopori, https://id.wikipedia.org/wiki/Biopori,
  4. Gambar ilustrasi dari https://indonesiainvestigasi.com/solusi-sederhana-untuk-mengurangi-banjir-dan-meningkatkan-kesejahteraan-tanah/11/

KOMENTAR UNTUK DISIKUSI