POIN-POIN PENTING YANG WAJIB DISIMAK DALAM SE MENLH/KEPALA BPLH NOMOR 02 TAHUN 2024 TENTANG GERAKAN GAYA HIDUP SADAR SAMPAH

POIN-POIN PENTING YANG WAJIB DISIMAK DALAM SE MENLH/KEPALA BPLH NOMOR 02 TAHUN 2024 TENTANG GERAKAN GAYA HIDUP SADAR SAMPAH

Menteri Lingkungan Hidup (MENLH)/ Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 02 tahun 2024 tentang Gerakan Gaya Hidup Sadar Sampah, pada tanggal 24 Desember 2024. Terbitnya SE MENLH/ Kepala BPLH ini dilatarbelakangi oleh adanya peningkatan volume sampah yang dihasilkan penduduk Indonesia setiap tahun, dan khususnya sampah plastik, yang mana berdassarkan data SIPSN, pada tahun 2000, komposisi sampah plastik sebesar 11%, dan pada tahun 2023, komposisi sampah plastik meningkat menjadi 19,15% dari total timbulan sampah nasional pada tauhn yang sama. Tujuan dari diterbitkan SE MENLH/ Kepala BPLH diantaranya meningkatkan kesadaran dan kepeduliaan masyarakat dalam pengelolaan sampah, dan memperkuat partisipasi masyarakat dalam pengurangan sampah melalui gerakan gaya hidup sadar sampah. Walau SE Menlh ini telah terbit 2 tahun yang lalu, tetapi himbauan yang disampaikan masih relevan bagi kondisi Infdonesia yang masih menghadapi permasalahan pengelolaan sampah, khususnya belum optimalnya peran serta aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah khususnya di kabupaten Mamuju.

Ada beberapa poin penting yang wajib kita simak bersama dalam mewujudkan Gerakan Gaya Hidup Sadar Sampah, antara lain:

  1. Cegah Sampah

Pengecahan timbulan sampah menjadi langkah strategis dalam membangun gaya hidup sadar sampah. Setiap orang dapat melakukan pencegahan timbulan sampah dengan tidak lagi menggunakan produk, wadah, dan kemasan sekali pakai khususnya plastik sekali pakai namun membiasakan dan membudayakan penggunaan produk, wadah, dan kemasan yang dapat diguna ulang. Contohnya tidak menggunakan sedotan plastik, tidak menggunakan kantong belanja plastik saat berbelanja, tidak menngunakan wadah plastik foam (styrofoam) saat membeli makanan untuk dibawa pulang, tidak menggunakan alat makan/minum sekali pakai, dan membeli makanan dan minuman dengan kemasan guna ulang atau membawa kemasan dari rumah.

 

  1. Belanja Tanpa Kemasan

Untuk meminimalkan jumlah timbulan sampah kemasan, dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari bisa dilakukan dengan memiih produk yang dijual tanpa kemasan  atau sering disebut produk curah atau produk isi ulang (refill), dengan membawa wadah dan kemasan sendiri saat berbelanja di pasar atau toko curah (bulk store). Beberapa produk curah yang tersedia saat ini adalah makanan untuk dibawa pulang, beras, kacang-kacangan, kecap,  sabun mandi cair, pembersih lantai atau pembersih ruangan.

 

  1. Pilah Sampah Dari Rumah

Memilah sampah dari rumah menjadi langkah penting dalam gaya hidup sadar sampah, yang bisa dilakukan setiap orang. Langkah pemilahan menjadi faktor penting dalam membangun ekonomi sirkular, karena hasil pemilahan sampah dari rumah akan lebih memudahkan penyediaan proses bahan baku daur ulang, dan mengurangi jumlah sampah masuk ke TPA. Beberapa jenis sampah rumah tangga seperti sampah kemasan plastik, karton atau kertas bekas dan sejenisnya, besi bekas dapat dipilah dari rumah. Sampah yang terpilah oleh setiap orang dpaat diserahkan kepada pihak pengepul sampah/ jasa pengumpul sampah, disalurkan ke bank sampah atau diuangkan yang dapat disedekahkan kepada orang yang membutuhkan, atau diuangkan untuk pendanaan kegiatan sosial kemasyarakatan seperti penyediaan bibit tanaman buah gratis untuk masing-masing rumah tangga dalam satu RT/ keluruhan, atau pembangunan fasilitas publik tingkat RT/ Kelurahan.

 

  1. Habiskan Makanan

Komposisi sampah yang paling dominan di Indonesia sebesar 50%-60% adalah sampah mudah terurai secara alami (sampah organik) termasuk sampah sisa makanan. Dengan menghabiskan makanan yang kita konsumsi, maka kita telah mengurangi timbulan sampah sebesar 50% dari sumbernya. Membangun budaya makan secukupnya dan menghabiskannya tanpa sisa (konsumsi makanan dan minuman dengan bijak) adalah salah satu pondasi penting gerakan Gaya Hidup Sadar Sampah

 

  1. Komposkan Sisa Makanan

Sampah sisa makanana seperti sisa potongan sayur, sisa kulit buah, dan sisa makanan yang tidak habis dikonsumsi dapat dikomposkan dengan metode sederhana, seperti dengan cara gerabah sampah, komposter, lubang resapan biopori, sistem Teba (Bali), atau diproses menjadi ecoenzym.

 

Mari masing-masing dari kita , mulai membangun gaya hidup sadar sampah dari diri sendiri secara konsisten dan berkelanjutan. Dengan menjadikan gaya hidup sadar sampah sebagai salah satu kebiasaan bahkan menjadi budaya hidup kita, maka kita telah berkontribusi secara aktif dan nyata serta berkelanjutan dalam mengusahakan lingkungan hidup yang baik dan sehat bagi orang- orang disekitar kita- keluarga, tetangga, masyarakat serta anak cucu kita kdepan (aap,wjy,nla)

KOMENTAR UNTUK DISIKUSI