POHON AREN, TANAMAN LOKAL YANG MEMILIKI FUNGSI EKOLOGIS YANG BESAR.

POHON AREN, TANAMAN LOKAL YANG MEMILIKI FUNGSI EKOLOGIS YANG BESAR.

Tanaman aren (Arenga pinnata) , atau dalam bahasa Mamuju disebut Ao Indu’ adalah salah satu jenis tanaman yang banyak ditemui di kawasan kebun masyarakat di kabupaten Mamuju. Pohon aren telah menjadi bagian dari dinamika sosial ekonomi dan sosial budaya masyarakat pedesaan di kabupaten Mamuju. Pohon aren merupakan salah satu sumber penghasilan masyarakat pedesaan khususnya pengrajin gula aren atau golla mamea. Selain itu, pohon aren juga memiliki banyak manfaat ekonomi bagi masyarakat seperti tulang daun untuk pembuatan sapu lidi, ijuk untuk atap, sapu atau penyaring/filter air alamiah, batangnya dapat digunakan sebagai bahan furniture/ mebel, buahnya dapat dibuat menjadi kolang kaling sebagai bahan untuk es campur. Kolak atau minumam lokal lainnya.

         Ternyata pohon aren juga dikenal sebagai tanaman konservasi. Pohon aren tidak hanya memiliki fungsi ekonomi semata, tetapi juga memiliki fungsi ekologis dan menghasilkan jasa lingkungan yang tak kalah pentingnya bagi kehidupan manusia. Disarikan dari berbagai sumber, fungsi ekologis dan jasa lingkungan utama yang dihasilkan oleh pohon area diantaranya :

  1. Pencegah erosi dan longsor tanah.

Pohon area diketahui memiliki perakaran yang menyebar hingga maksimal 10 meter, dengan kedalaman hingga mencapai 15 meter yang dapat menembus subsoil, sangat efektif dalam menahan partikel tanah sehingga tanaman ini bagus untuk pencegah erosi khususnya pada daerah dengan kemiringan lebih dari 20%. Daun yang lebat dan batang yang tertutup ijuk sangat efektif dalam menahan air hujan langsung ke permukaan tanah. Setiap batang pelepah daun aren dapat menahan 1-2 liter air selama beberapa jam, sehingga memberi waktu yang panjang untuk tanah dibawah pohon menyerap lebih banyak air, dan menyimpan lebih banyak air dalam tanah, sehingga menghindari run off air hujan yang besar yang dapat menggerus tanah dan menyebabkan bencana longsor.

 

  1. Penyimpan air.

Pohon aren memiliki kemampuan menyimpan air yang besar. Seperti Kemampuan setiap batang pelepah daun aren yang mampu menahan sebanyak 1-2 liter air dalam beberapa jam, memberikan kesempatan bagi tanah untuk menyerap dan menyimpan banyak air dalam tanah. Selain itu, pohon aren dapat menyerap/menyimpan sebanyak 200 liter air, dan dapat mencapai kemampuan maksimum daya simpan air sejak umur 3 tahun. Selain itu, batang pohon aren juga menyimpan air sebagai cadangan, sehingga dengan ukuran batang yang besar, pohon aren dapat menyimpan air dalam jumlah yang besar.

 

  1. Penyerap karbondioksida (CO2) yang efektif

Pohon aren menghasilkan biomassa yang besar baik diatas tanah maupun didalam tanah, sehingga sangat berperan penting dalam siklus CO2. Dilansir dari investor.id, pohon aren mampu menyerap karbon sebanyak 140.27 kgCO2e (dalam masa hidup 8 tahun), dan termasuk sebagai salah satu jenis pohon yang mampu menyerap karbon dalam jumlah yang besar. Pohon aren menyerap karbondioksida dari udara selama proses fotosintesis, dan membantu dalam mengurangi tingkat emisi Gas Rumah Kaca (GRK).

 

  1. Menyuburkan tanah

Pohon aren menghasilkan daun dan buah yang dapat menjadi pupuk alami. Daun aren berukuran besar yang jatuh ke tanah akan terurai dan menjadi humus. Humus merupakan bahan organik tanah yang dapat memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan kesuburan tanah. Beberapa studi menunjukan lahan aren memiliki kandungan C Organik yang sedang hingga tinggi, terutama di area yang bervegetasi rapat. Hal ini dikarenakan penumpukkan biomassa baik dari daun, pelepah daun, bunga/buah, hingga batang pohon aren itu sendiri. Perakaran pohon aren yang serabut dan rimbun berfungsi sebagai spons alami, yang menyerap air hujan dan melepaskannya secara pelahan, menjaga kelembaban tanah dan mencegah kekeringan.

 

  1. Konservasi keanekaragaman hayati.

Kemampuan pohon aren dalam konservasi tanah dan air, serta kemampuan menjaga kelembaban tanah, tentunya menjadi tempat yang baik bagi berbagai tanaman lain untuk tumbuh disekitar pohon aren. Kondisi ini akan menyediakan berbagai ragam makanan dan sumber energi bagi banyak hewan dan tumbuhan lainnya, sehingga pohon aren dapat menjaga keaneragaman hayati setempat.

 

         Pohon aren dapat dibudidayakan dibanyak tempat, terutama di wilayah tropis dataran rendah hingga pegunungan, dan toleran diberbagai jenis tanah. Selain itu, pohon aren dapat dibudidayakan secara agroforestri dimana dalam satu hamparan lahan, pohon aren ditanam bersamaan dengan jenis pohon lainnya yang bernilai ekonomi.

         Mengetahui beragamnya manfaat ekonomi sekaligus manfaat ekologis dan jasa lingkungan yang dihasilkan oleh pohon aren, maka pohon aren dapat dijadikan pohon konservasi. Pohon aren adalah salah satu jenis pohon yang baik untuk ditanam, khususnya didaerah kritis yang berbukit dan pengunungan dengan kemiringan lahan lebih dari 25%. Selain itu, pohon aren juga baik digunakan sebagai tanaman konservasi Daerah Aliran Sungai (DAS) untuk mencegah erosi, tanah longsor serta banjir pada daerah DAS Sungai dan sekitarnya. (a2p,wjy,nla).

 

Referensi :

  1. Rahayu et all, 2025, Anita Apriliani Dwi Rahayu dkk,

The potential of Arenga Pinnata (Wurmb) Merr. For Enhancing Soil Health, Food, Energy, adn Water Security in Indonesia : A Comprehensive Review.

Journal Trees, Forest and People, Volume 20, June 2025 100808, Science Direct.

  1. Wijaya, Wisesa Dwi, 2024,

Potensi Ekologi dan Ekonomi Tanaman Aren.

Warta BSIP Perkebunan, Vol.2 No.1 April 2024, https://epublikasi.pertanian.go.id

  1. Judul : Pohon Alpukat dan Aren Memiliki Kemmapuan Menyerap Karbon secara Signifikan,penulis :Imam Suhartadi, 23 Oktober 2024, https://investor.id/business/377657/pohonalpukat-dan-aren-memiliki-kemampuan-menyerap-karbon-secara-signifikan
  2. Foto diambil dari https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/9b/Pohon_Aren.jpg/960px-Pohon_Aren.jpg?20240911030618, tanggal download 14 Desember 2025 jam 15.53 wita.

 

KOMENTAR UNTUK DISIKUSI