Jika kita sering mendengar berita tentang salah satu instrumen investasi yang sangat booming saat ini adalah logam emas. Per Jumat, 12 September 2025, jam.09.20 wita, harga emas Antam menjadi Rp.2.088.000,-/gram. Harga ini termasuk harga tertinggi emas sepanjang sejarah di Indonesia hingga saat ini. Tentunya, kita tertarik juga ingin berinvestasi emas, tetapi jika kemampuan finansial terbatas, bagaimana caranya? Jawabnya Pilah Sampah.
Bank sampah Manakarra Keren-Mamuju memiliki program – Pilah Sampah Tabung Emas bekerjasama dengan Perum Pengadaian Mamuju. Pada program ini, secara umum, pengelola bank sampah Manakarra Keren menerima sampah terpilah yang disetorkan oleh masyarakat umum di bank sampah Manakarra Keren, dan kemudian dikonversikan ke nilai uang Rupiah. Ketika mencapai target nominal minimal, maka pengelola bank sampah akan membantu membuka Tabungan Emas di Perum Pengadaian. Direktur Bank Sampah Manakarra Keren, Asdiyani, S.Sos, M.Si, menjelaskan bahwa masyarakat umum melakukan pemilahan sampah rumah tangga yang dihasilkannya, lalu membawanya ke bank sampah Manakarra Keren. Pihak pengelola akan melakukan penimbangan sampah tersebut, dan mengkonversikannya dalam nilai Rupiah, dan diinput dalam buku tabungan sampah nasabah. Jika tabungan sampah telah mencapai nominal Rp.50 ribu, maka atas persetujuan nasabah, maka pengelola bank sampah akan membantu membuka rekening Tabungan Emas di perum Pengadaian. Jika tabungan sampah telah mencapai nominal minimal Rp,20 ribu, maka pihak bank sampah akan membantu top up ke rekening Tabungan Emas nasabah, begitu seterusnya sesuai dengan target investasi nasabah. Dengan demikian, tanpa uang, hanya dengan memilah sampah, yang selama ini dipandang sebagai limbah yang wajib dibuang, dapat digunakan sebagai investasi logam mulia emas.
Program Pilah Sampah Tabung Emas, merupakan salah satu program andalan bank sampah Manakarra Keren, bertujuan untuk mengubah cara pandang masyarakat tentang sampah sekaligus meningkatkan minat dan antusiasme masyarakat memilah sampah rumah tangga. Sampah rumah tangga yang selama ini dipandang limbah tidak bernilai, ternyata sebenarnya memiliki nilai ekonomis, dan beberapa usaha/ kegiatan masih menggunakan sampah yang memiliki nilai ekonomi sebagai bahan baku industri. Indonesia sendiri termasuk negara pengimpor sampah daur ulang terbesar di dunia. Dilansir dari rri.co.id, pada tahun 2024, Indonesia mengimpor 262,9 ribu ton sampah daur ulang dari Uni Eropa, dengan nilai mencapai US$ 105 juta (atau Rp. 1,7 Triliun lebih, dengan kurs US$ 1 = Rp.16.450,-). Angka ini memperlihatkan bagaimana sampah daur ulang masih memiliki nilai ekonomi yang begitu besar, sekaligus memperlihatkan bagaimana masyarakat Indonesia membuang nilai ekonomi tersebut ke TPA sampah dan mengimpor sampah yang sama yang dibuang ke TPA, dari negara lain, dengan harga yang hampir sama dengan besaran APBD Provinsi Sulawesi Barat dalam satu tahun. Sungguh pemborosan yang besar. Disisi lain, membuang sampah yang bisa didaur ulang ke TPA, justru membawa masalah berupa pencemaran media lingkungan. Sebagian TPA Sampah di Indonesia menggunakan sistem open dumping, dimana sampah ditumpuk/ dilandfill begitu saja, sehingga proses dekomposisi sampah dan paparan air hujan serta udara pada tumpukan sampah mencemari air tanah, air permukaan hingga udara. Selain itu, TPA menjadi media berkembangnya penyakit menular, yang berpotensi mempengaruhi kesehatan masyarakat sekitar.
Untuk mengurangi bahkan menghilangkan potensi pencemaran lingkungan dari sampah yang kita hasilkan sehari-hari, serta mengembalikan nilai ekonomi sampah kedalam siklus produksi suatu produk, maka sebaiknya kita memulai memilah sampah yang kita hasilkan dari rumah dan tempat aktivitas kita sehari- hari. Jenis sampah seperti karton, botol plastik, kertas bekas, majalah/koran/kalender / map bekas, botol kemasan shampoo- deterjen cair, kaleng bekas minuman soda, dsb, karton susu/ teh kotak, dsb, dapat dipilah, dibersihkan dan dikumpulkan untuk ditabung di bank sampah Mamuju Manakarra. Setiap sampah terpilah yang anda tabung di bank sampah memiliki banyak dampak positif ; mengurangi beban TPA Sampah, mengurangi pencemaran lingkungan di TPA, mengentikan pemborosan anggaran dunia usaha karena impor sampah daur ulang/ terpilah, hingga memberi alternatif investasi logam mulia yang murah tanpa uang, dan ramah lingkungan bagi kita. Mari pilah sampah dari rumah, dan tabung di bank sampah Mamuju Manakarra..semakin banyak sampah terpilah yang anda tabung, semakin besar investasi anda di logam mulia emas ...serta semakin besar kontribusi anda menjaga lingkungan diu Mamuju yang bersih dan sehat. (a2p,wjy,nla)
Catatan :
Alamat bank sampah Mamuju Manakarra : Jalan Soekarno Hatta, belakang kompleks kantor Bupati Mamuju.
Waktu operasional : Selasa dan Jumat (2 kali dalam seminggu) jam .09.00 wita – 14.00 wita
CP Bank sampah Mamuju Manakarra : 081244350903
KOMENTAR UNTUK DISIKUSI