DLHK TETAP LAKUKAN PEMILAHAN SAMPAH DI TPS, SEKALIGUS MENDORONG PARTISIPASI MASYARAKAT MEMILAH SAMPAH SECARA MANDIRI

DLHK TETAP LAKUKAN PEMILAHAN SAMPAH DI TPS, SEKALIGUS MENDORONG PARTISIPASI MASYARAKAT MEMILAH SAMPAH SECARA MANDIRI

Petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebershan (DLHK) kabupaten Mamuju melakukan pemilahan sampah rumah tangga yang di masing- masing TPS Sampah secara rutin. Pada hari Rabu, 11 September 2025, petugas pengangkut yang melayani rute pengangkutan area sekitar pasar baru, melakukan transfer sampah di depo pasar baru, Mamuju. Petugas kebersihan melakukan pemilahan sampah, dengan sampah terpilah terkumpul antara lain karton sebanyak 6 kg, botol plastik sebanyak 4 kg, dan kertas bekas sebanyak 2 kg. Sampah yang menjadi residu dan dikumpulkan kedalam bak kontainer untuk diangkut dominan sampah plastik sekali pakai, dan sampah organik sisa makanan termasuk sampah dapur. Beberapa petugas di TPS lainnya melakukan pemilahan sampah antara lain petugas sampah di TPS Simboro, TPS Graha Nusa, TPS Tambi. Jenis sampah yang dipilah antara lain botol plastik, karton, kertas bekas, dan limbah besi. Sampah residu dominan yang diangkut ke TPA adalah kantong plastik sekali pakai (biasa disebut kantong kresek), sampah organik sisa makanan termasuk sampah dapur, dan sampah terpilah seperti karton atau kertas yang rusak karena cairan sehingga tidak bisa dipilah lagi.

Masih dominannya sampah terpilah yang menjadi sampah residu tentunya berpotensi mencemari lingkungan, dan juga mengurangi umur pakai TPA Adiadi. Sampah sisa makanan, dan sampah jenis kertas, buku bekas, atau karton yang seharusnya bisa dipilah karena dibuang tercampur dengan sampah sisa makanan yang basah, merusak bentuk dan kualitas kertas atau karton sehingga tidak memungkinkan lagi untuk dipilah. Untuk itu, ada baiknya masing-masing masyarakat mulai melakukan pemilahan sampah mandiri di rumah masing- masing, dengan memisahkan sampah terpilah seperti botol plastik, kaleng bekas, karton, kertas bekas, majalah/ koran bekas, kotak kemasan minuman seperti susu, teh kotak dan sejenisnya, botol plastik bekas kemasan deterjen/ shampoo, dll dan disatukan dalam wadah khusus seperti karung bekas atau diikat serta disimpan terpisah dari sampah residu yang akan dibuang. Ketika petugas kebersihan datang mengangkut sampah, ada baiknya sampah terpilah diberikan kepada petugas, dan sampah residu diangkut langsung oleh petugas. Selain itu, ada baiknya masyarakat juga membuat biopori atau lobang teba modern dihalaman belakang rumah, dimana sampah organik  sisa makanan dan sampah dapur dimasukkan kedalam lubang biopori atau lubang teba modern untuk menjadi kompos. Denfgna demiklian sampah residu yang tersisa semakin sedikit untuk dikelola di TPA Sampah. Mari bersama- sama kita mengelola sampah kita dari rumah secara mandiri. Memilah sampah secara mandiri, dan membuat kompos dengan lubang biopori atau teba modern di masing-masing rumah adalah suatu tindakan sederhana tanpa biaya yang besar dan tanpa perlu waktu khusus melakukannya,  tetapi memiliki dampak positif yang sangat besar yakni keberadaan lingkungan yang bersih, indah, dan sehat bagi penduduk Mamuju. (a2p,wjy,nla).

KOMENTAR UNTUK DISIKUSI