BPDLH KEMENKEU RI APRESIASI KWT SRIKANDI KAYULANGKA, BINANGA DALAM ADAPTASI DAN MITIGASI PERUBAHAN IKLIM

BPDLH KEMENKEU RI APRESIASI KWT SRIKANDI KAYULANGKA, BINANGA DALAM ADAPTASI DAN MITIGASI PERUBAHAN IKLIM

Pada hari Jumat, 22 Agustus 2025, tim Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) Kementerian Keuangan RI dipimpin oleh ibu Wiga Wigatiningsih melakukan kunjungan kerja pada Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi Kayulangka, kelurahan Binanga, kecamatan Mamuju, kabupaten Mamuju. Kunjungan kerja tim BPDLH ini didampingi oleh Alex Bontong, S.Hut,MM dari DLH Prov Sulawesi Barat, Ahmad Rizaldin dari Sulawesi Cipta Forum, pihak dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Barat, pihak KPH Karama, dan Wahyu Irma Sari dari dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) kabupaten Mamuju. Kunjungan kerja ini umtuk meninjau langsung kegiatan KWT Srikandi Kayulangka sebagai salah satu kelembagaan program kampung iklim (proklim) lingkungan Kayulangi, kelurahan Binanga, Mamuju, dalam melakukan aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

Kunjungan tim BPDLH dimulai dari masjid Nurul Muttahida, Binanga, dimana menjadi salah satu tempat KWT Srikandi Kayulangka beraktivitas.  Selanjutnya kunjungan dilanjutkan ke lokasi penanaman yang dikembangkan oleh KWT yakni pekarangan rumah anggota KWT Srikandi. Para anggota KWT memanfaatkan pekarangan rumah mereka masing-masing sebagai tempat budidaya tanaman holtikultura jangka pendek seperti sayuran dan buah antara lain tomat, cabe, kangkung, pakcoy,lidah buaya, buah naga, jeruk dll, untuk yang diperuntukkan untuk pemenuhan kebutuhan dapur masing-masing rumah tangga. Selain itu, anggota KWT juga membnuat kompos dari limbah organik rumah tangga seperti sissa makanan, potongan sayur dan buah yang diolah sedimikian rupa sehingga menjadi kompos, yang digunakan sebagai nutrisi tanah. Kegiatan lain yang dilakukan anggota KWT adalah penampungan air hujan, penghematan pemanfaatan air baku, dan menggalakkan gotong royong bersama masyarakat dalam rangka menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Kegiatan penanaman tanaman holtikultura pada pekarangan rumah adalah salah satu kegiatan adaptasi perubahan iklim, dimana perubahan iklim berdampak pada ketersediaan pangan. Untuk memperkuat resiliensi  terhadap perubahan ketersediaan pangan dan harga pangan akibat perubahan iklim maka masyarakat didorong untuk mampu menyediakan sebagian kegiatan pengomposan sampah organik rumah tangga yang dihasilkan sehari-hari seperti sisa makanan, potongan sayur dan buah, atau daun kering di halaman adlah salah satu kegiatan mitigasi perubahan iklim, simana masyarakat didorong untuk mengurangi potensi timbulan Gas Rumah Kaca (GRK) yang berkkontribusi terhadpa perubahan iklim. Kegiatan pemanenan air hujan dan penghematan penggunaan air yang dilakukan oleh rumah tangga adalah kegiattan lain yang berkontribusi besar dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

Wiga Wigatiningsih dari BPDLH Kementerian Keuangan RI memberikan apresiasi yang tinggi atas usah mandiri para ibu-ibu yang tergabung dalam KWT Srikandi Kayulangka, dalam usaha mitigasi dan adaptasi perubahan iklim secara mandiri melalui pemanfaatan pekarangan rumah untuk penanaman tanaman holtikultura, pembuatan pupuk kompos berbahan limbah rumah tangga, hingga pemanenan air hujan dan penghematan penggunaan air baku. Ketua KWT Srikandi, Hj, Bau Hamsina menyatakan bersyukur atas kunjungan pihak BPDLH Pusat beserta instansi terkait dari pemerintah provinsi Sulawesi Barat dan DLHK Mamuju, sebagai bentuk apresiasi sekaligus dukungan bagi anggota KWT atas apa yang telah dilakukan selama ini dalam berkontribusi terhadap adapatasi dan mitigasi perubahan iklim melalui program kampung iklim. Hj Bau Hamsina mengharapakan program kampung iklim dapat dilaksanakan secara kontinue sehingga membantu mewujudkan daerah yang berketahanan pangan sekaligus melestarikan kondisi lingkungan daerah secara berkelanjutan (a2p,wjy,nla)

KOMENTAR UNTUK DISIKUSI