Hari Kamis, 7 November 2024, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) kabupaten Mamuju, melalui kelompok kerja (pokja) penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (KLHS RPJMD) melaksanakan kegiatan konsultasi publik (KP) I penyusunan KLHS RPJMD kabupaten Mamuju tahun 2025-2029 di Aula kantor Bupati Mamuju. Kegiatan konsultasi publik ini dihadiri oleh berbagai pihak berkepentingan dalam penyusunan kebijkan pembangunan kabupaten Mamuju antara lain tokoh masyarakat, lembaga/ organisasi pemberdayaan masyarakat yang terlibat langsung dalam pendampingan masyarakat Mamuju, kepala organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup kabupaten Mamuju, dan Pokja KLHS RJMD kabupaten Mamuju.
Kepala DLHK Kabupaten Mamuju, Ir. Alwinuddin M.Si, dalam sambutan pembukaan KP I, menyatakan bahwa kegiatan KP I merupakan tahapan ke-empat dari sebelas tahapan penyusunan KLHS RPJMD, dimana kegiatan ini berfokus pada penetapan isu strategis tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB) yang menjadi fokus pembahasan dalam KLHS RPJMD. Kadis Alwinuddin menjelaskan bahwa pokja KLHS RPJMD telah menyusun beberapa alternatif isu strategis berdasarkan data Capaian TPB yang telah dikumpulkan dari berbagai OPD dan sumber data terkait lainnya. Berbagai pihak yang hadir pada pertemuan KP I KLHS RPJMD ini diharapkan memberikan informasi dan/atau tanggapan yang konstruktif berdasarkan pengetahuan dan pengalaman untuk menetapkan isu strategis yang menjadi isus utama dalam pembahasa KLHS RPJMS Mamuju.
Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Mamuju, St. Manuara, S.Pd, dalam sambutannya mewakili Pj Bupati Mamuju, menekankan beberapa isu strategis yang menjadi tantangan dalam pembangunan di kabupaten Mamuju antara lain pengelolaan sampah rumah tangga, penanganan bencana alam khususnya banjir- tanah longsor- Kebakaran Hutan dan Lahan, dan perlindungan kawasan-kawasan khusus yang memberikan jasa lingkungan yang besar khususnya dalam tata kelola air dan tata kelola tanah. St Manuara mencontohkan isu yang menjadi fokus masyarakat perkotaan yakni terkait ketersediaan air bersih di kota Mamuju yang mulai terbatas, dan penanganan sampah yang belum optimal. St Manuara berharap para peserta yang hadir dalam KP I KLHS RPJMD kabupaten Mamuju memberikan tanggapan yang membangun untuk penyempurnaan KLHS RPJMD.
Beberapa isu strategis yang menjadi perhatian bersama diungkapkan oleh tokoh masyarakat Mamuju, yang diwakili oleh Ikbal Syakur, yang menyatakan bahwa beberapa hal yang perlu menjadi fokus perhatian pembangunan Mamuju kedepan diantaranya penanggulangan bencana alam khususnya banjir, pengelolaan sampah rumah tangga, drainase perkotaan. Perwakilan penggiat pemberdayaan masyarakat bidang lingkungan dari WALHI Sulbar diwakili oleh Basrianto, memberikan tanggapan terkait fokus perhatian pembangunan Mamuju antara lain penanganan sampah rumah tangga di perkotaan Mamuju, pengelolaan air limbah, dan penanganan bencana alam di kabupaten Mamuju. Kepala bagian Tata Pemerintah Setda Mamuju, Hairunnasrillah, menyampaikan adanya kekhawatiran masyarakat Balabalakang terkait dengan status tempat tinggal dimana sebagian masyarakat berpindah tempat tinggal dari pulau lama ke salah satu pulau dalam gugusan pulau Balabalakang, dikarenakan kenaikan air laut yang merendam kawasan pemukiman mereka. Pulau tersebut dimana masyarakat berpindah telah ditetapkan sebagai pulau suaka/ perlindungan setempat.
Pada akhir konsultasi publik I, para pesertayang hadir, menyetujui penetapan isu strategis KLHS RPJMD Mamuju diantaranya belum optimalnya infrastruktur dan akses layanan sanitasi dan air minum yang aman dan berkelanjutan, Belum optimalnya kapasitas pengelolaan lingkungan dan ketahanan bencanan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di Mamuju, Keterbatasan akses dan kualitas infrastruktur dasar serta sumberdaya manusia untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Isus-isu strategis yang ditetapkan dalam KP I nanntinya akan menjadi fokus pembahasan dalam penyusunan KLHS RPJMD kabupaten Mamuju 2025-2029. (a2p,wjy,nla)
KOMENTAR UNTUK DISIKUSI