Laporan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) kabupaten Mamuju tahun 2023 sedang disusun oleh tim penyusun, dengan tahapan melaksanakan pengumpulan data lapangan untuk parameter pengukuran Indeks Kualitas Air (IKA), Indeks Kualitas Udara (IKU), dan Indeks Kualitas Tutupan Lahan (IKTL). Untuk pengumpulan data kualitas udara ambien untuk pengukuran parameter Indeks Kualitas Udara (IKU), tim penyusunan laporan ILKH melakukan pengukuran secara manuasl, dengan menggunakan metode Passive sampler. Metode Passive sampler dalam pengukuran kualitas udara ambien telah menjadi salah satu metode pengukuran kualitas udara yang digunakan oleh KLH RI, disamping metode otomatis kontinue dengan alat Air Quality Moitoring System (AQMS). Menurut KLH RI, metode passive sampler adalah suatu metode yang menggunakan sistem penyerapan gas secara difusi melalui media yang dipaparkan dalam waktu tertentu tanpa menggunakan pompa penghisap, dengan memanfaatkan sifat fisis gas yang berdifusi dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Metode passive sampler digunakan untuk mengukur parameter Sulfur Dioksida (SO2) dan Nitrogen Dioksida (NO2).
Pemasangan alat untuk pengukuran kualitas udara dengan metode Passive Sampler di kota Mamuju pada tahun 2023 dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 4 Juli 2023, oleh tim penyusunan laporan IKLH, yang terdiri dari Pengawas Lingkungan Hidup, Pengendali Dampak Lingkungan dan staf DLHK kabupaten. Adapun lokasi pemasangan berada 4 (empat) titik yakni :
Periode pemasangan alat metode passive sampler selama 14 hari kalender terhitung sejak waktu terpasang. Kmeudian sample terpasang diambil kembali, dan dikemas sedemikian rupa, dikirim kembali ke laboratorium lingkungan yang terakreditasi dan teregistrasi oleh KLH RI, untuk dilakukan pengujian sampel sehingga mendapatkan data parameter sulfur dioksida (SO2) dan Nitrogen Dioksida (NO2) yang terkandung dalam udara ambien di kota Mamuju pada tahun 2023. Data tersebut nantinya akan diinput dalam sistem data IKLH nasionla, dan dituangkan dalam laporan IKLH kabupaten Mamuju tahun 2023.
Data kualitas udara untuk parameter Sulfur dioksida dan Nitrogen Dioksida hasil pengukuran dengan metode passive sampler, dapat digunakan sebagai acuan untuk melihat kondisi kualitas udara kota Mamuju, dan acuan data untuk memformulasi kebijakan pembangunan daerah dalam konteks pengelolaan lingkungan hidup daerah- kualitas udara kabupaten Mamuju tahun depan.
Apakah Sulfur Dioksida (SO2) dan Nitrogen Dioksida (NO2)?
Sulfur Dioksida adalah senyawa kimia dengan rumus SO2, merupakan gas beracun dengan bau menyengat yang dilepaskan oleh gunung berapi dan beberapa pemrosesan industri. Sulfur Dioksida termasuk zat pencemar primer, yang merupakan gas polutan yang banyak dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil yang mengandung unsur belerang seperti minyak bumi, gas, batubara, maupun kokas.
Paparan sulfur dioksida (SO2) dalam jangka pendek dapat berdampak negatif kepada kesehatan manusia seperti :
Dalam jangka panjang, paparan Sulfur Dioksida (SO2) dapat menyebabkan masalah yang lebh serius pada kesehatan seperti penyakit pernapasan, perubahan pada pertahanan paru-paru, dan peningkatan penyakit kardiovaskular, dan dapat berakibat fatal berupa kematian.
Nitrogen Dioksida adalah senyawa kimia dengan rumus NO2. Digunakan sebagai bahan sitesis untuk pembuatan asam nitrit, yang produksinya mencapai jutaan ton setiap tahun. Gas ni berwarna merah kecoklat-coklatan dan merupakan gas beracun, baunya menyengat, dan merupakan salah satu polutan udara utama. Nitrogen dioksida adalah kontributor utama pembentukan kabut asap dan prekursor banyak polutan sekunder berbahaya termasuk ozon dan partikel, sangat reaktif dengan bahan kimia lain dan merupakan oksidator kuat.
Anak- anak penderita asma dan orang dewasa dengan gangguan jantung dan pernapasan paling terpengaruh oleh kadar NO2, dan pada tingkat konsentrasi tinggi dapat menyebabkan :
(ditulis oleh a2p-DLHK)
Referensi :
KOMENTAR UNTUK DISIKUSI