Wahdah Islamiyah Mamuju Kemas Daging Kurban Dengan Wadah Plastik Berkali Pakai

Wahdah Islamiyah Mamuju Kemas Daging Kurban Dengan Wadah Plastik Berkali Pakai

Pada peringatan hari raya Idul Adha 1444 H/th.2023, Wahdah Islamiyah Mamuju sebagai salah satu ormas Islam di Indonesia, melakukan penyembelihan dan pembagian daging kurban kepada masyarakat di kecamatan Mamuju, kecamatan Kalukku, dan kecamatan Simboro. Adapun hewan yang disembelih adalah sapi sebanyak 32 ekor, dan kambing sebanyak 22 ekor. Jumlah paket daging kurban yang dibagi kepada masyarakat sebanyak 1.910 paket. Paket daging yang dibagikan kepada masyarakat dikemas dengan menggunakan wadah plastik berkali pakai, mengganti tas plastik kresek sekali pakai yang selama ini lazim digunakan sebagai wadah daging kurban.

Menurut Al Akbar selaku Kepala Humas dan Infokom Wahdah Islamiyah Mamuju, menyatakan bahwa penggunaan wadah plastik berkali pakai tersebut telah digunakan sejak tahun 2022. Awalnya, keputusan penggunaan wadah plastik berkali pakai dikarenakan adanya himbauan dari pemerintah kabupaten Mamuju melalui Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Mamuju pada tahun 2022, untuk mengganti penggunaan kantong plastik kresek sekali pakai sebagai wadah daging kurban, dengan wadah yang lebih ramah lingkungan seperti daun pembungkus- daun pisang, daun jati; besek dari bambu atau rotan ataupun wadah lainnya yang ramah lingkungan. Pengurus Wahdah Islamiyah Mamuju berusaha memenuhi tuntutan ini, dengan mencari alternatif wadah daging kurban yang ramah lingkungan, tetapi ketersediaan wadah ramah lingkungan seperti besek bambu atau rotan, terbatas di Mamuju, dan disisi lain, jumlah daging kurban yang banyak, area pembagian yang luas (kecamatan Mamuju, Kalukku dan Simboro), untuk menghindari kontaminasi daging dengan bahan organik yang merusak kualitas daging serta mencegah kontaminasi lokasi pengepakan daging dari limbah organik hewan seperti darah hewan kurban, maka diputuskan menggunakan wadah plastik sebagai pengganti plastik kresek, tetapi masih memiliki nilai ramah lingkungan, dikarenakan wadah tersebut masih dapat digunakan untuk keperluan menyimpan bahan lainnya oleh masyarakat penerima dalam jangka waktu yang lama, dan tetap mengurangi kontaminasi daging kurban dengan bahan lain terutama yang dibawa oleh vektor lalat, serta mengurangi ceceran darah saat pengangkutan pada media lingkungan.

Mengurangi Sampah Plastik pada Hari Raya Idul Adha.

Merujuk pada Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor SE.6/MENLHK/PSLB3/PLB.3/2023 tentang Pelaksanaan Hari Raya Idul Adha Tanpa Sampah Plastik, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (MenLHK) mengajak pihak panitia pembagian daging kurban untuk tidak menggunakan kantong plastik/ kantong plastik kresek sekali pakai, dan menggantinya dengan menggunakan daun (seperti daun pisang/ daun jati), wadah anyaman bambu (besek) atau rotan, atau wadah lain yang tersedia di masing- masing daerah yang dapat digunakan ulang atau dikomposkan dan tidak menimbulkan sampah plastik. Kebijakan ini timbul karena adanya pengalaman masa lalu dimana wadah daging kurban seringkali menggunakan plastik sekali pakai (atau kantung kresek) yang berdampak pada potensi peningkatan sampah plastik sekali pakai. Seperti diketahui, limbah plastik sekali pakai ini termasuk limbah yang sulit diurai oleh lingkungan dan mengandung senyawa kimia yang dapat mencemari lingkungan.

Untuk mengurai limbah sampah plastik sekali pakai (atau kantung kresek) tersebut, pemerintah mengupayakan budaya meminimalisir penggunaan kantung plastik kresek tersebut kepada masyarakat, dan beralih menggunakan wadah yang berbahan ramah lingkungan atau mudah diurai oleh lingkungan ataupun menggunakan wadah yang dapat digunakan berulang kali. Dalam konteks peringatan hari raya besar seperti hari raya Idul Adha, yang berpotensi menghasilkan sampah plastik sekali pakai tersebut dalam jumlah yang besar, pemerintah mendorong berbagai pihak yang terkait khususnya panitia pembagian daging kurban, pengurus masjid, dan bahkan pemerintah provinsi/ kabupaten/ kota untuk bersama- sama mengurangi penggunaan plastik kresek secara signifikan untuk menekan jumlah sampah plastik sekali pakai yang sulit terurai oleh lingkungan. Diharapkan dengan mulai mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai tersebut dalam pembagian daging kurban pada hari raya Idul Adha, dengan menggantinya dengan wadah lain yang ramah lingkungan, akan membangun karakter masyarakat yang lebih sadar akan pentingnya menjaga kondisi lingkungan hidup yang baik secara berkelanjutan, membangun kebiasaan masyarakat dalam pengelolaan sampah plastik, yang dapat dilakukan secara mandiri, sederhana dan murah, dan paling penting adalah tersedianya lingkungan hidup yang baik dan sehat bagi setiap penduduk Indonesia termasuk generasi mendatang yang akn menjadi penduduku Indonesia... (source by Imran-DLHK, report by a2p-DLHK)

KOMENTAR UNTUK DISIKUSI