Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) kabupaten Mamuju akan optimalkan pelayanan pengangkutan sampah rumah tangga dari sumber selama pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan 1447 H/ 2026 di kawasan perkotaan Mamuju. Kepala bidang Kebersihan DLHK Mamuju, Marsaeni Kuraseing menjelaskan bahwa DLHK akan melakukan perubahan jadwal pelayanan pengangkutan sampah selama bulan Ramadhan, dimana pada pada hari biasa pengangkutan dilakukan pada pagi hari mulai dari jam 06.00 wita- selesai, pada bulan Ramadhan, jadwal pengangkutan dimulai jam 16.00 wita- selesai. Perubahan ini untuk menyesuaikan dengan kondisi petugas, yang mana sebagian besar menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Lebih lanjut Marsaeni menjelaskan bahwa untuk mengantisipasi peningkatan timbulan volume sampah di area pasar baik pasar Regional Mamuju (pasar baru) dan Pasar Lama Mamuju selama bulan Ramadhan, pihak DLHK akan menambah jumlah armada truk pengangkut yang melayani pengangkutan sampah di area pasar, dari 1 (satu) unit per pasar, menjadi 2 (dua) unit per pasar. Selain itu, hari pengangkutan sampah di pasar selama 6 (enam) hari setiap minggu, mulai dari hari Senin sampai hari Sabtu. Marsaeni menjelaskan bahwa perubahan ini dilakukan merujuk pada pengalaman tahun- tahun sebelumnya, dimana pada puasa Ramadhan, biasa terjadi kenaikan jumlah pedagang yang berjualan dan volume barang yang dijual di pasar khususnya pedagang bahan keperluan dapur seperti sayuran, buah, ikan, dsb, sehingga mendorong peningkatan volume sampah. Optimalisasi pelayanan pengangkutan persampahan diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan masyarakat Mamuju dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan tahun 2026.
Selama ibadah puasa Ramadhan 1447 H/ tahun 2026 diharapkan masyarakat Mamuju tetap melaksanakan pengelolaan sampah khususnya pengurangan dan pemilahan sampah yang dihasilkan. Sampah yang selama ini dihasilkan dapat dikurangi jumlahnya seperti pengurangan penggunaan kantong plastik sekali pakai saat berbelanja, dan menggantinya dengan menggunakan kantong belanja yang dapt dipakai berulang kali. Kegiatan ini untuk mengurangi jumlah sampah plastik yang terbuang di lingkungan. Selain itu, masyarakat diharapkan semakin membudayakan pemilahan sampah yang dihasilkan dari rumah. Beberapa jenis sampah yang dapat dipilah antara lain kemasan gelas atau botol minuman; bekas kemasan sabun atau shampoo cair; kertas/ karton bekas, majalah bekas, koran bekas, kalender atau buku bekas; karton hingga rak telur bekas. Semua sampah yang telah dipilah disatukan dalam wadah khusus dan dapat dijual ke pihak pengepul sampah atau bank sampah hingga diberikan kepada pihak yang dapat memanfaatkan sampah terpilah tersebut. Sedangkan sampah organik yang timbul diantaranya sampah potongan sayur, kulit buah, kulit telur dan sisa makanan lainnya dapat diolah menjadi kompos dengan memasukkannya kedalam wadah pengomposan, atau kedalam biopori atau lubang pengomposan tertutup (seperti TEBA). Dengan melakukan pengurangan dan pemilahan sampah dari rumah, diharapkan dapat mewujudkan ibadah puasa Ramadhan minim sampah, yang berkontribusi nyata terhadap kondisi lingkungan hidup yang baik baik dan sehat untuk kesejahteraan bersama. (aap,wjy,nla)
KOMENTAR UNTUK DISIKUSI