Jumat, 23 Januari 2026, pemerintah kabupaten Mamuju melaksanakan kegiatan rutin Jumat Bersih, yang dipusatkan di kawasan rumah adat Mamuju dan kawasan landscape Mamuju. Kegiatan ini melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan juga pemerintah kecamatan Mamuju dan kelurahan setempat. Dalam mendukung penuh kelancaran kegiatna ini, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) kabupaten Mamuju menggunakan 4 (empat) armada pengangkut sampah terdiri dari 2 (dua) armada truk tipe dump truck, 1 (satu) armada tipe arm roll, dan 1 (satu) armada tipe carry pick up. Selain penggunaan armada, pihak DLHK juga melibatkan sekitar 60 (enampuluh) orang terdiri dari petugas kebersihan, pertamanan, dan staf kantor DLHK, didukung dengan peralatan mesin pemotong rumput sebanyak 10 (sepuluh) unit dan alat kerja yang dibawa staf dari rumah masing-masing, Kegiatan Jumat bersih dimulai dari jam 06.30 wita, dan berakhir pada jam 10.00 wita. Sampah dominan yang terkumpul dari kegiatan Jumat Bersih adalah potongan rumput dan tumbuhan rendah lainnya, sampah wadah plastik, dan kertas. Diperkirakan jumlah sampah terkumpul sebanyak 22 m3, dan seluruh sampah terkumpul dibawa ke TPA Adiadi untuk proses selanjutnya.
Salah satu tujuan dilaksanakannya kegiatan Jumat bersih oleh pemerintah kabupaten Mamuju adalah meningkatkan kepeduliaan masyarakat akan keeberadaan lingkunga hidup yang baik dan sehat di kawasan publik masyarakat. Dari kegiatan Jumat bersih di area landscape Mamuju dan kawasan rumah adat Mamuju, masih ditemukan sampah berupa sisa wadah makanan berbahan plastik dan kertas, yang dibuang langsung ke media lingkungan atau drainase sekitar area landscape maupun kawasan rumah adat . Kondisi ini tentunya dapat berdampak pada penurunan kualitas lingkungan seperti potensi meningkatnya mikroplastik yang terkandung pada udara, dan tanah yang berpotensi menurunkan kualitas media lingkungan. Selain mikroplastik, bekas wadah makanan dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri atau virus bahkan serangga pembawa penyakit khususnya pada musim hujan seperti genanagan air dapat menjadi tempat pembiakan jentik nyamuk, yang berpotensi membawa penyakit demam berdarah. Selain itu, tentunya lingkungan yang tidak bersih akan menganggu keindahan lingkungan perkotaan, menganggu kenyamanan masyarakat yang memanfaatkan area publik serta membangun “kesan” masyarakat kota yang kurang berbudaya, kareana nyaman dengan kondisi lingkungan yang tidak bersih.
Pelaksanaan kegiatan Jumat bersih memicu masyarakat semakin sadar akan pentingnya keberadaan lingkungan hidup yang bersih dan sehat. Dengan tingkat kesadaran yang semakin tinggi, diharapkan masyarakat Mamuju khususnya penduduk wilayah perkotaan Mamuju semakin aktif dalam mengusahakan lingkungan yang baik dan sehat, antara lain secara disiplin, setiap individu mengurangi timbulan sampah yang dihasilkan, memilah sampah dan tidak membuang sampah secara langsung ke media lingkungan. Selain itu, setiap individu terlibat aktif dalam kegiatan kerja bakti bersama dengan masyarakat untuk membersihkan lingkungan sekitar pemukiman, rumah ibadah, sekolah, dan kawasan publik lainnya sehingga tercipta lingkungan yang bersih dan sehat di kabupaten Mamuju. (aap,wjy,nla)
KOMENTAR UNTUK DISIKUSI