AKSI DUKUNG PENURUNAN ANGKA STUNTING, DLHK KUNJUNGI ANAK ASUH STUNTING DI SALOKAYU, MAMUJU

AKSI DUKUNG PENURUNAN ANGKA STUNTING, DLHK KUNJUNGI ANAK ASUH STUNTING DI SALOKAYU, MAMUJU

Para kepala bidang lingkup Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) kabupaten Mamuju- Muhammad Said, Nursidin dan Marsaeni Kuraesing- melaksanakan kunjungan kepada anak asuh stunting di desa Salokayu, kecamatan Papalang, Mamuju, pada hari Sabtu, 4 Oktober 2025. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud dukungan penuh terhadap kebijakan Bupati Mamuju dalam rangka penurunan angka stunting di kabupaten Mamuju, melalui program “anak asuh stunting” oleh masing-masing OPD lingkup pemerintahan kabupaten Mamuju.

Program orang tua asuh ini dilaksanakan sejak bulan Juni 2025, dimana DLHK sebagai salah satu OPD di lingkup pemerintah kabupaten Mamuju ikut terlibat penuh dalam program ini. Jumlah anak asuh stunting yang diintervensi oleh DLHK Mamuju sebanyak 6 (enam) anak, dengan perincian : 2 (dua) anak menjadi anak asuh ditangani oleh kepala DLHK, dan Sekretaris serta 3 orang kepala bidang mengasuh masing-masing 1 orang anak. Sejak bulan Juni, Kepala Dinas, Sekretaris dan 3 orang Kepala Bidang secara aktif melakukan kunjungan, monitoring, dan memberikan dukungan kepada masing-masing orang tua anak asuh, untuk mengusahakan anak mereka terbebas dari stunting. Hingga bulan Oktober, DLHK telah melakukan 5 kali kunjungan ke anak asuh stunting beserta keluarganya, melakukan monitoring serta memberikan dukungan dalam bentuk bantuan pangan bergizi serta pertemuan yang membangun dengan orang tua anak asuh.

Dalam kunjungan ke desa Salokayu, para kepala bidang menyerahkan bantuan pangan untuk masing- masing anak asuh stunting antara lain : beras 5 kg per anak, telur ayam 1 rak per anak, susu formula anak, biskuit anak, dan bantuan pangan lain berupa tahu/tempe, sayuran, dsb. Disamping menyerahkan bantuan, para kepala bidang melakukan monitoring perkembangan anak asuh sekaligus berdiskusi dengan orangtua anak asuh tentang penanganan anak asuh stunting yang telah dan akan dilakukan. Pada pertemuan dengan para orang tua asuh, para kepala bidang memberikan saran masukan membangun bagi para orang tua untuk memperhatikan asupan gizi anak, mengusahakan makanan bergizi yang mudah diusahakan oleh rumah tangga seperti telur ayam kampung, ikan dari sungai atau laut, sayur-sayuran yang ditanam di pekarangan rumah. Selain itu, meminta para orang tua untuk mengusahakan lingkungan rumah dan sekitar rumah yang bersih dan sehat. Salah satu penyebab stunting adalah sanitasi rumah yang buruk dan lingkungan rumah dan sekitar rumah yang kurang bersih. Penanganan sampah rumah tangga dan limbah rumah tangga seperti limbah MCK yang buruk menyebabkan potensi pencemaran air tanah dan media tanah. Sampah rumah tangga yang tidak terkelola dengan baik menjadi tempat berkembang biaknya bakteri dan hewan pembawa bakteri seperti lalat, nyamuk, tikus, kecoak, dsb. Paparan hewan pembawa bakteri pada makanan menyebabkan anak akan mudah terinfeksi penyakit menular seperti diare, muntaber, dan penyakit lainnya sehingga menyebabkan penurunan kondisi kesehatan anak dan juga anggota keluarga. Dalam penanganan sampah rumah tangga, para kepala bidang menyarankan orang tua melakukan pemilahan sampah yang dihasilkan, dimana sampah organik berupa sisa makanan dapat dikomposkan secara alamiah dengan dikubur dalam lubang khusus (sistem teba) yang tertutup. Sampah non organik yang masih memiliki nilai ekonomi seperti botol plastik, botol kaca, kardus, kertas bekas, besi bekas, dapat dijual kepada para pengepul sampah, sehingga menghasilkan uang untuk digunakan membeli makanan bergizi. Para orang tua anak asuh menyampaikan rasa terima kasih yang besar kepada pemerintah kabupaten Mamuju atas perhatian dan dukungan yang besar dalam menangani masalah stunting yang mereka hadapi, membantu mereka untuk memenuhi kecukupan gizi anak mereka, sekaligus memberikan masukan yang baik bagi mereka dalam mengusahakan hidup yang sehat. (a2p,wjy,nla)

KOMENTAR UNTUK DISIKUSI