DLHK MAMUJU TERLIBAT SECARA AKTIF DALAM PELAKSANAAN KEGIATAN SEPEKAN MENANAM MANGROVE

DLHK MAMUJU TERLIBAT SECARA AKTIF DALAM PELAKSANAAN KEGIATAN SEPEKAN MENANAM MANGROVE

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) kabupaten Mamuju terlibat langsung secara aktif dalam mendukung pelaksanaan kegiatan sepekan menanam mangrove yang diinisiasi oleh Pj Gubernur Sulawesi Barat dalam rangka memperingati hari jadi Provinsi Sulawesi Barat yang ke-20. Sejak hari Senin hingga Rabu dari tanggal 2 sampai 4 September 2024, staf DLHK Kabupaten Mamuju, melakukan penanaman mangrove di pesisir pantai dusun Bulutakkang, kelurahan Rangas, kecamatan Simboro, Mamuju bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup kabupaten Mamuju.

         Pada hari Senin, tanggal 2 September 2024, kegiatan sepekan menanam mangrove tingkat kabupaten Mamuju dibuka secara resmi oleh bupati Mamuju, Dr. Hj. Sutinah Suhardi, SH, M.Si. Pada hari Senin, Bupati Mamuju bersama Forkopimda Daerah Mamuju, beserta seluruh perangkat OPD lingkup Mamuju melakukan penanaman Mangrove di sepanjang pantai di dusun Bulutakkang. Pada hari Selasa- Rabu, kegiatan penanaman dilanjutkan oleh DLHK Mamuju bersama dengan OPD lingkup  kabupaten Mamuju, dilakukan dengan menyusuri daerah sepanjang pantai di desa Bulutakkang. Selama 3 hari pelaksanaan kegiatan penanaman mangrove tercatat sebanyak 2.600 bibit pohon mangrove yang telah ditanam di sepanjang pantai dusun Bulutakkang, dengan perkiraan panjang pantai yang telah ditanam sepanjang 520 meter dengan lebar ruang tanam sebesar 5 meter.

         Selama kegiatan menanam mangrove sepekan, Staf DLHK Mamuju yang terlibat dalam penanaman rata-rata sebanyak 50 orang per hari,   yang dipimpin langsung oleh kepala DLHK Mamuju, Ir. Alwinuddin, M.Si. Penanaman dimulai dari jam 08.30 wita hingga jam 12.00 wita, dengan jumlah bibit pohon ditanam sekitar 850 bibit per hari. Bagi DLHK Kabupaten Mamuju, kegiatan menanam mangrove ini tidak semata- mata hanya merupakan kegiatan seremonial terbatas pada pelaksanaan kegiatan menanam mangrove sepekan, tetapi lebih dalam lagi, kegiatan ini digunakan sebagai ajang untuk edukasi bagi berbagai pihak dikabupaten Mamuju untuk menyadari akan pentingnya keberadaan mangrove bagi ekosistem pantai dan masyarakat pesisir. Dari penyadaran ini diharapkan tumbuh kesadaran sekaligus aksi nyata yang kongkrit oleh seluruh pihak di kabupaten Mamuju, untuk secara aktif mengusahakan dan menjaga keberadaan mangrove untuk mendukung kondisin kawasan pantai yang baik dan sehat secara ekologis dan berkelanjutan

         Pemilihan pantai di dusun Bulutakkkang, kelurahan Rangas, kecamatan Simboro sebagai area penanaman mangrove oleh pemerintah kabupaten Mamuju yakni adanya beberapa kondisi eksisting antara lain telah terjadi abrasi dari skala kecil hingga menengah di sepanjang pantai Bulutakkang.  terdapat banyak penduduk yang bermukim disekitar area pantai Bulutakkang dan sebagian besar dari penduduk bermata pencarian sebagai nelayan. Kondisi ini memperlihatkan rentannya wilayah pesisir dan masyarakat sekitar sepanjang pantai di dusun Bulutakkang jika tidak dilakukan perbaikan kondisi sepanjang pantai. Kegiatan Menanam Mangrove menjadi titik awal perbaikan kondisi lingkungan pesisir wilayah Bulutakkang. Diharapkan kegiatan penanaman mangrove tidak berhenti hanya pada kegiatan menanam mangrove sepekan saja, tetapi kegiatan penanaman magrove sepanjang pantai wilayah kabupaten Mamuju tetap terus berlanjut, yang dapat dilaksanakan oleh semua pihak berkepentingan, sehingga pantai Mamuju yang baik dan sehat secara ekologis dan berkelanjutan dapat terwujud. (a2p,wjy,nla)

KOMENTAR UNTUK DISIKUSI