TANAMAN HIAS YANG MEMILIKI FUNGSI MENYERAP POLUTAN UDARA

TANAMAN HIAS YANG MEMILIKI FUNGSI MENYERAP POLUTAN UDARA

TANAMAN HIAS YANG MEMILIKI FUNGSI MENYERAP POLUTAN UDARA

Pencemaran udara adalah masuk atau dimasukkannya zat, energi, dan/atau komponen lainnya ke dalam Udara Ambien oleh kegiatan manusia sehingga melampaui Baku Mutu Udara Ambien yang telah ditetapkan. Pencemaran udara merupakan salah satu fenomena yang terjadi di berbagai belahan dunia, yang berdampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Dilansir dari cnbcindonesia.com, di Jakarta, sepanjang tahun 2023 polusi udara telah menyebabkan 8100 kematian, dan membawa kerugian sebesar US$1,2 Miliar.

Pencemaran udara terjadi disebabkan oleh kegiatan manusia yang dalam prosesnya menghasilkan zat, bahan, energi atau komponen lain pencemar yang mencemari udara dan berdampak buruk bagi kehidupan manusia. Zat/ Bahan pencemar udara yang menyebabkan pencemaran lingkungan secara langsung ataupun tidak langsung seringkali disebut sebagai polutan udara.

Polutan udara dihasilkan dari aktivitas dan/atau produk atau barang yang kita gunakan dalam menunjang aktivitas hidup sehari-hari. Penggunaan kendaraan bermotor seperti mobil atau motor roda dua atau moda transportasi berbahan bakar fosil menghasilkan gas buang yang mengandung zat polutan seperti gas buang kendaraan bermotor yang mengandung karbon monoksida (CO), karbondioksida (CO2), nitrogen dioksida (NO2) dan Hidrokarbon (HO). Aktivitas memasak dengan menggunakan kayu bakar juga menghasilkan zat polutan seperti karbondiaoksida (CO2) dan karbon monoksida (CO). Kegiatan lain yang juga menghasilkan zat pencemar adalah pembakaran sampah rumah tangga  pada alam terbuka tanpa menggunakan alat/ prosedur pembakaran sampah yang secara teknologi dapat mencegah zat pencemar terlepas ke udara bebas. Aktivitas merokok juga dapat menghasilkan polutan yakni Karbon Monoksida (CO). Masih banyak kegiatan manusia lain yang berpotensi menghasilkan zat pencemar udara seperti kegiatan pada sektor pertanian, sektor pembangkit listrik, sektor kehutanan dsb.

Polutan udara yang terpapar secara langsung ataupun tidak langsung kepada manusia dapat berdampak negatif bagi kesehatan manusia. Dikutip dari laman yankes.kemenkes.go.id, paparan Karbon monoksida (CO) secara terus menerus dapat menyebakan penyakit jantung koroner, penyakit kardiovaskuler, stroke, dan penyakit paru kronis. Paparan Karbon Dioksida (CO2) juga dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular, gangguan fungsi otak, asma, penyakit paru obstruktif kronik hingga kematian. Paparan polutan udara lainnya dapat menyebabkan kanker kulit, kanker paru, penyakit kardiovaskular, penyakit paru kronik, ISPA, dsb.

Secara alamiah, tumbuhan memiliki potensi menyerap polutan udara. Tegakan pohon khususnya pohon di hutan dapat menyerap polutan seperti karbon dioksida dan karbon monoksida, yang digunakannya dalam proses pertumbuhan. Banyak juga jenis tanaman lain bahkan tanaman hias yang dapat menyerap zat polutan. Dikutip dari pertanian.go.id dan kompas.com, beberapa tanaman hias yang dapat menyerap zat polutan diantaranya :

  1. Lily (Spathiphyllum wallisii)

Lily mampu menyerap dan mendekomposisi senyawa racun berbahaya dalam ruangan yakni benzena, formaldehida, trikloroetilen, dan aseton yang menyebabkan iritasi, keracunan, bahkan kanker.

  1. Pedang-Pedangan (Sanseviera trifasciata)

Tanaman hias yang juga dikenal dengan nama Lidah Mertua, juga mampu menyerap dan mendekomposisi senyawa racun berbahaya dan mendekomposisi senyawa racun berbahaya dalam ruangan yakni benzena, formaldehida, trikloroetilen, dan aseton yang menyebabkan iritasi, keracunan, bahkan kanker.

  1. Sri Rejeki (Aglaonema modestum)

Tanaman dari famili Araceae ini dapat membersihkan udara dari benzena dan formaldehida. Racun ini ada di produk sehari-hari seperti cat, lem, maupun di bahan bakar kendaraan dan rokok.

  1. Puring (Codiaeum variegatum)

Daun puring termasuk famili Euphorbiaceae. Tanaman hias ini mampu menyerap gas beracun bahkan memiliki daun terbaik untuk menyerap unsur timah hitam atau timbal dari buangan kendaraan bermotor.

  1. Palem Bambu/ Palem Komodo (Chamaedorea erumpens)

Palem bambu memiliki kegunaan sebagai penyerap banyak jenis racun dan paling ampuh dari tanaman lainnya. Palem ini efektif menyerap gas beracun dari asap kendaraan atau pabrik, termasuk xylen dan amonia dalam jumlah besar.

  1. Tanaman hanjuang (Cordyline)

Tanaman hanjuang memiliki manfaat untuk menyerap bahan berbahaya, seperti trikloroetilen dan benzena penyebab kanker, serta nitrogen dioksida.

  1. Bugenvil merah (Bougainvillea glabra)

Bunga bougenville atau bungenvil merah termasuk tanaman hias yang dapat menyerap polutan penyebab polusi udara. Bunga ini dapat menyerap racun nitrogen dioksida penyebab polusi

  1. Soka (Saraca asoca)

Tanaman soka atau asoka dapat mendekomposisi zat formaldehida yang berasal dari asap rokok.

Kebiasaan menanam khususnya berbagai macam tanaman yang mampu menyerap polutan udara dapat mengurangi akumulasi polutan tersebut diudara, disamping memberikan keindahan dan kesejukan alam sekitar. Hal ini tentunya akan membawa dampak baik bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Tetapi adalah sangat baik jika mulai sekarang kita mulai mengurangi polutan udara yang kita hasilkan dari aktivitas harian, dengan demikian kita berkontribusi nyata dalam mengusahkan kesehatan yang baik bagi sesama, dan lingkungan yng baik dan sehat bagi generasi mendatang. (a2p, wjy,nla)
 

KOMENTAR UNTUK DISIKUSI