Pihak pengelola bank sampah Manakarra Keren – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) kabupaten Mamuju melakukan kegiatan daur ulang (recycle) sampah rumah tangga, yakni berbasis minyak jelantah. Minyak jelantah adalah minyak limbah yang bisa berasal dari jenis-jenis minyak goreng sepeti minyak jagung, minyak sayur, minyak samin, minyak kelapa dan sebagainya. Minyak jelantah merupakan minyak bekas pemakaian dari kegiatan menggoreng di rumah tangga. Berdasarkan data BPS Nasional, jumlah konsumsi minyak kelapa di kabupaten Mamuju tahun 2023 sebanyak 0,171 liter/ kapita/ minggu (BPS, 2023), atau diperkirakan 488.440 liter/ tahun. Jika diasumsikan sepertiga dari konsumsi minyak kelapa menjadi minyak jelantah, maka diperkirakan minyak jelantah yang dihasilkan di kabupaten Mamuju sekitar 162.813 liter/ tahun.
Berdasarkan wawancara yang dilakukan kepada beberapa rumah tangga diketahui bahwa sebagian besar minyak jelantah yang dhasilkan oleh rumah tangga di Mamuju, langsung dibuang ke media lingkungan tanah dan air. Hal ini berpotensi mencemari media tanah dan air. Dilansir dari website octopus.co.id, beberapa dampak buruk yang ditimbulkan akibat membuang minyak jelantah langsung ke lingkungan antara lain : Menyumbat saluran air, merusak kualitas tanah dan air, mencemarai sungai dan lautan.
Pihak bank sampah Manakarra Keren mulai melakukan pengumpulan minyak jelantah dari rumah tangga sejak awal tahun 2023. Kegiatan pengumpulan ini dilakukan bertujuan untuk mengurangi limbah minyak jelantah dibuang langsung ke media air dan tanah di kota Mamuju. Sejak awal tahun 2023 hingga saat ini, bank sampah mengumpulkan sekitar 800 liter. Sebagaian besar minyak jelantah yang terkumpul telah disalurkan kepada pihak yang memanfatkan lanjut minyak jelantah. Sebagian lagi, pihak bank sampah Manakarra Keren melakukan daur ulang limbah minyak jelantah menjadi produk yang digunakan kembali. Produk daur ulang yang dihasilkan dari limbah minyak jelantah adalah lilin dan sabun batang. Asdiyani selaku direktur Bank Sampah Manakarra Keren menyatakan bahwa daur ulang minyak jelantah dilakukan karena kepedulian akan masih banyaknya minyak jelantah yang dibuang langsung ke media lingkungan di Mamuju. “Perlu dilakukan terobosan pengelolaan minyak jelantah, agar minyak jelantah tidak lagi dibuang ke media lingkungan tetapi masih bisa dimanfaatkan untk menghasilkan produk yang berguna dalam aktivitas seharai-hari,” jeals Asdiyani.
Pihak bank sampah Manakarra Keren telah melakukan daur ulang minyak jelantah sejak akhir tahun 2023. Jumlah sabun batang yang telah dihasilkan sekitar 40 batang, dan lilin sekitar 10 batang. Produk yang dihasilkan masih terbatas dikarenakan terbatasnya waktu yang dimiliki pengelola bank sampah, dan juga keterbatasan sarana prasarana pendukung khususnya ketersediaan wadah kaca untuk pembuatan lilin. Walaupun demikian, kegiatan daur ulang minyak jelantah menjadi produk sabun batang dan lilin menjad salah satu terobosan dalam pengelolaan limbah minyak jelantah. Dengan terobosna ini, diharapkan kedepan, limbah minyak jelantah tidak lagi dibuang langsung ke media lingkungan, tetapi dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi, atau diserahkan kepada pihak ketiga yang akan memanfaatkan limbah minyak jelantah menjadi produk ekonomi lainnya. (a2p,wjy,nla)
Referensi : https://www.octopus.co.id/id/blog/articles/bahaya-minyak-jelantah-bagi-kesehatan-dan-lingkungan
KOMENTAR UNTUK DISIKUSI