DATA KUALITAS UDARA AMBIEN KOTA MAMUJU  BULAN JANUARI -FEBRUARI 2024

DATA KUALITAS UDARA AMBIEN KOTA MAMUJU BULAN JANUARI -FEBRUARI 2024

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan kabupaten Mamuju melakukan validasi data kualitas udara ambien (udara alami di permukaan bumi) kota Mamuju bulan Januari s/d Februari 2024. Pengumpulan dan/atau Validasi data pengelolaan LH merupakan salah satu tugas utama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) kabupaten Mamuju. Data pemantauan kualitas udara dikumpulkan dari data stasius AQMS (Air Quality Monitoring System) yang berlokasi di jalan Achmad Kirang, kota Mamuju. Adapun data kualitas udara ambien kota Mamuju tersaji sebagai berikut :

 

Parameter/

Bulan

PM2,5

PM­10

SO2

CO

O3

NO2

HC

 

 

Januari

 

 

 

 

 

 

 

Min

5

2

32

1153

4

27

35

Rata-rata

6,48

2,87

33,03

1153,71

5,74

27,39

35,9

Maks

8

3

35

1156

14

28

37

 

 

 

 

 

 

 

 

Februari

 

 

 

 

 

 

 

Min

6

2

29

1150

13

27

35

Rata-rata

6,29

2,86

33,34

1153,59

14,66

27,9

37,34

Maks

8

4

38

1155

19

29

40

 

 

 

 

 

 

 

 

Baku mutu

55

75

75

4.000

100

65

160

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber : AQMS kota Mamuju, 2024

 

Berdasarkan data AQMS kota Mamuju diatas, dapat disimpulkan bahwa kondisi udara ambien kota Mamuju pada bulan Januari dan Februari dalam kondisi baik. Kesimpulan kondisi udara ambien yang baik diperoleh dengan membandingkan nilai hasil pemantauan alat AQMS dengan baku mutu udara ambien berdasarkan Peraturan Pemenrintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan LH lampiran VII, dimana pada sajian data dalam tabel diatas terlihat bahwa nilai penghitungan AQMS masih berada dibawah ambang batas baku mutu.

 

Jika melihat pada masing- masing parameter, parameter CO (karbon monoksida) walaupun masih dibawah baku mutu udara ambien, tetapi semakin mendekati batas baku mutu. Karbon monoksida banyak dihasilkan dari aktivitas manusia diantaranya pembakaran sampah rumah tangga, atau gas buangan kendaraan bermotor (mobil atau motor). Paparan CO kepada manusia secara terus menerus atau rutin dapat mengakibatkan penyakit jantung koroner, serangan jantung, dan penyakit kardiovaskuler lainnya. Selain itu paparan CO juga dapat menyebabkan penyakit pernapasan, penyakit paru obstruktif kronis, dan stroke. Untuk itu, diperlukan usaha masyarakat untuk menurunkan kadar CO pada udara ambien seperti tidak membakar sampah rumah tangga yang dihasilkan, dan juga mengurangi penggunaan kendaraan bermotor dan lebih banyak melakukan aktivitas fisik atau menggunakan moda transportasi yang menghasilkan sedikit emisi CO atau tidak menghasilkan emisi CO seperti kendaraan listrik. (a2p, nla, wjy)

KOMENTAR UNTUK DISIKUSI