Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) kabupaten Mamuju bersama Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Provinsi Sulawesi Barat, Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi barat, dan Komunitas Angkatan Muda Pencinta Alam Sulawesi bekerjasama dalam membersihkan sampah di pantai depan jalan arteri Mamuju pada hari Jumat tgl. 12 Januari 2024. Kegiatan yang dilaksanakan untuk mengurangi sampah yang berserakan disekitaran pantai Arteri Mamuju, yang selama ini meresahkan masyarakat Mamuju khususnya masyarakat yang memanfaatkan area jalan arteri dan pantai untuk berolahraga atau bersantai bersama keluarga atau teman di area pantai Arteri Mamuju. Kegiatan ini melibatkan sekitar 160 orang, dengan menyisir daerah pantai arteri Mamuju sepanjang sekitar 200 meter untuk mengangkut sampah yang berserakan di tepi pantai.
Dalam rangka mendukung kegiatan Kolaborasi bersama instansi Provinsi dan Instansi Pemerintah Pusat di Mamuju serta komunitas AMPAS, dalam membersihkan area pantai Arteri ini, pihak DLHK kabupaten Mamuju melibatkan sekitar 110 orang petugas kebersihan, dengan dukungan armada dump truck pengangkut sampah sebanyak 2 unit, mobil pick up pengangkut sampah sebanyak 1 unit dan 15 unit motor tiga roda pengangkut sampah. Petugas dari DLHK kabupaten Mamuju bersama dengan peserta lainnya mengumpulkan sampah- sampah yang berserakan di bibir pantai arteri, mengumpulkan ke moda pengangkut sampah lalu mengangkutnya ke TPA Adiadi Mamuju.
Kegiatan membersihkan sampah di bibir pantai ini dilaksanakan selama sekitar 3 jam. Jumlah sampah yang terkumpul sekitar 6 ton, yang didominasi sampah plastik, potongan kayu serta sampah rumah tangga lainnya. Sampah – sampah ini diperkirakan berasal dari sampah yang dibuang ke laut dan dibawa oleh ombak ke pinggir pantai, tetapi dominan berasal dari sampah yang dibuang oleh masyarakat ke sungai- sungai yang bermuara ke pantai di jalan arteri Mamuju. seperti diketahui bersama, sampah plastik dan sampah berbahan karet serta styrofoam adalah bahan- bahan yang sangat susah terurai atau membutuhkan waktu lama untuk terurai oleh alam, sehingga semakin banyak sampah jenis ini terbuang ke lingkungan, akan semakin mengurangi kemampuan lingkungan untuk mengurai sampah dan merusak lingkungan. Selain itu, sampah jenis plastik, karet styrofoam serta sampah yang berbahan susah terurai mengandung bahan-bahan kimia yang bersifat toksik (beracun) sehingga jika bercampur dengan air atau tanah dalam jangka waktu lama akan mengkontaminasi tanah atau air dengan bahan-bahan kimia berbahaya, dan toksik, sehingga merusak kondisi fisik tanah atau air. Serta tanah atau air yang terkontaminasi tidak dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan manusia sehari-hari.
Ir. Alwinuddin, M.Si selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) kabupaten Mamuju mengapresiasi positif kegiatan bersih pantai yang dilakukan secara kolaboratif lintas OPD baik Provinsi Sulawesi Barat maupun instansi Vertikal yakni BPJN Sulawesi Barat serta komunitas pemuda AMPAS.. “Ini bentuk kepedulian bersama seluruh pihak yang berkepentingan, akan pentingnya keberadaan lingkungan yang bersih di kota Mamuju, khususnya pada area pantai jalan arteri ”, jelas Alwinuddin. Selain itu, dengan keterlibatan berbagai pihak ini, menunjukkan dukungan yang besar lintas level pemerintahan baik dari Provinsi Sulawesi Barat maupun pemerintah pusat serta masyarakat terhadap kerja- kerja petugas DLHK yang terus berusaha membersihkan kota Mamuju. “Ini memberi semangat baru bagi petugas kebersihan untuk selalu memberikan yang terbaik dalam membersihkan kota Mamuju sehingga diharapkan kota Mamuju yang bersih dan keren dapat terwujud", kata Alwinuddin.
Kepala DLHK kabupaten Mamuju, Ir Alwinuddin, M.Si memberikan penghargaan yang besar kepada kepala dinas LH Provinsi Sulawesi Barat- Zulkifli Manggazali, SE, M.Si yang ikut terlibat secara langsung dalam kegiatan bersih pantai arteri Mamuju ini. Kehadiran beliau beserta seluruh staf DLH Provinsi Sulawesi Barat menunjukkan kerjasama yang baik antara pemerintah kabupaten dengan pemerintah provinsi Sulawesi Barat dalam pengelolaan lingkungan khususnya dalam penanganan sampah di kota Mamuju. Selain itu, kadis DLHK berterimakasih atas keterlibatan komunitas AMPAS yang terdiri dari anak-anak muda Mamuju. “Kita patut berbangga bahwa masih banyak anak-anak muda Mamuju yang perhatian terhadap masalah publik khususnya persampahan”, tukas Alwinuddin. Diharapkan kedepan kegiatan- kegiatan dalam bidang kebersihan atau pengelolaan lingkungan secara kolaboratif antara pemerintah kabupaten Mamuju- pemerintah provinsi Sulawesi Barat- instansi Vertikal di Provinsi Sulawesi Barat serta komunitas-komunitas masyarakat di Mamuju dapat dilaksanakan secara berkala sehingga persoalan lingkungan khususnya persampahan di kabupaten Mamuju dapat diatasi dalam kebersamaan secara bersama-sama. (a2p,wjy,nla)
KOMENTAR UNTUK DISIKUSI