Bank sampah Mamuju Keren adalah salah satu bank sampah pioneer di kabupaten Mamuju sebagai salah satu lembaga pengumpul sampah terpilah di kota Mamuju. Didirikan sejak tahun 2019, bank sampah Mamuju Keren, yang awalnya adalah bank sampah unit (BSU), dan pada Tahun 2022, bertransformasi menjadi bank sampah induk (BSI) yang mengkoordinasikan beberapa bank sampah unit yang ada di kabupaten Mamuju. Asdiyani, S.Si, MAP, direktur bank sampah Mamuju Keren, menuturkan bahwa beberapa bank sampah yang eksis di kabupaten Mamuju seperti bank sampah Malaqbi- Pemprov. Sulawesi Barat, bank sampah Manakarra Unggul Lestari, bank sampah SMAN 1 Kalukku, telah berkoordinasi dengan bank sampah Mamuju Keren, dan bekerjasama dalam menangani pemilahan sampah rumah tangga di kabupaten Mamuju.
Bank sampah Mamuju Keren melayani pengumpulan jenis sampah terpilah dari sumber penghasil sampah yakni rumah tangga, perkantoran, usaha swasta, rumah sakit, dan sekolah. Asdiyani mengungkapkan beberapa kantor pemerintah dan swasta yang telah menjadi nasabah bank sampah Mamuju Keren antara lain Kantor Pos Mamuju, Rumah Tahanan Mamuju, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) kabupaten Mamuju, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) kabupaten Mamuju, kantor Camat Mamuju, kantor camat Simboro, RSUD Kabupaten Mamuju, RSUD Provinsi Sulawesi Barat, dan kantor Terminal Regiona Mamuju. Selain itu beberapa usaha swasta yang menjadi nasabah bank sampah Mamuju Keren antara lain PT Rekind Daya Mamuju (PT RDM), PT Semen Tonasa UPS Mamuju, Rumah Sakit Mitra Manakarra. Untuk sekolah yang telah menjadi nasabah bakn sampah Mamuju keren adalah SD IT Wildan, SMK Ponpes DQHNW Gentungan, dan SMAN 1 Mamuju. Hingga saat ini, jumlah nasabah bank sampah Mamuju Keren sebanyak 266 nasabah, dengan nasabah aktif sebesar 20 an atau sekitar 18,17% dari nasabah bank sampah.
Bank sampah Mamuju Keren berlokasi di jalan Soekarno Hatta, disamping kantor Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Perkimta) kabupaten Mamuju, sekitar 1 km dari kantor Bupati Mamuju. Bank sampah Mamuju Keren menempati bangunan laboratorium lingkungan DLHK kabupaten Mamuju, dan segala aktivitas terkait bank sampah dilakukan di gedung ini. Asdiyani menuturkan bahwa segala kegiatan bank sampah mulai dari kegiatan pengumpulan sampah terpilah, penimbangan sampah, pencatatan sampah, pembersihan sampah, pengelompokkan sampah berdasarkan jenis hingga penyimpanan sampah yang telah terpacking berdasarkan jenisnya dilakukan seluruhnya digedung laboratorium DLHK ini.
Bank sampah Mamuju Keren mengelola sampah terpilah yang memiliki nilai ekonomi dalam rangka mendukung kebijakan ekonomi sirkular ( circular economy). Jenis sampah terpilah yang dikumpulan dan dikelola antara lain :
Sejak berdiri hingga saat ini, bank sampah Mamuju Keren telah mengelola 35 ton sampah terpilah. Dominan sampah yang terkelola adalah sampah kertas dan plastik, dengan persentase Kertas : 69,41%, Plastik : 20,60%, Kardus : 9,86%, Kaleng : 0,12 % . Jika dibandingkan dengan potensi sampah terpilah yang bisa dikelola di kabupaten Mamuju sekitar 10.000 ton lebih, maka potensi pengembangan bank sampah Mamuju Keren dan Bank Sampah Unit lainnya masih besar kedepannya.
Staf Bank sampah Mamuju Keren saat ini berjumlah 11 orang, yang bertugas mulai dari pengangkutan, penimbangan, pemilahan, pembersihan, pengepakan, penyimpanan serta pengadministrasian proses keseluruhan bank sampah. Waktu operasional bank sampah juga terbatas, yakni 2 hari (hari Selasa dan Kamis) dalam seminggu.
Sebagai cikal bakal bank sampah Induk (BSI), bank sampah Mamuju Keren juga melayani pengangkutan sampah terpilah dari kelompok masyarakat, sekolah, perkantoran, dan fasilitas lainnya seperti rumah sakit. Kegiatan penjemputan sampah terpilah dari sumber penghasil sampah terpilah, sangat mendukung peningkatan animo memilah sampah dari sumber penghasil sampah.
Kendala Bank Sampah Mamuju Keren
Dalam perjalanan aktivitas bank sampah Mamuju Keren, tidak terlepas dari beberapa kendala yang dihadapi. Salah satu kendala operasional Bank Sampah Mamuju Keren adalah keterbatasan Sumberdaya Manusia dan Peralatan. Asdiyani menuturkan bahwa beberapa nasabah bank sampah adalah pemilah sampah skala besar seperti sekolah, perkantoran, ataupun masyarakat yang secara kolektif dalam satu komunitas melakukan pemilahan sampah. Karena volume sampah yterpilah yang besar, maka pihak nasabah seringkali meminta pihak pengelola bank sampah untuk melakukan penjemputan sampah terkumpul tersebut, Karena terbatasnya SDM khususnya yang menangani penjemputan sampah terpilah, serta terbatasnya kendaraan operasional penjemputan, seringkali penjjemputan tidak dilakukan sesuai dengan harapan nasabah. Hal ini tentu berkontribusi terhadap animo masyarakat dan nasabah lainnya untuk melakukan pemilahan sampah dan mengumpulkan sampah terpilah kedepannya.
Kendala lain adalah keberadaan gedung untuk aktivitas bank sampah. Selama ini aktivitas bank sampah Mamuju Keren menempati gedung laboratorium lingkungan DLHK kabupaten Mamuju. Melihat potensi peningkatan jumlah sampah terpilah kedepan, gedung laboratorium DLHK yang digunakan sementara untuk kegiatan bank sampah ini dirasakan tidak dapat lagi melingkupi seluruh kegiatan bank sampah Mamuju Keren. “Dikarenakan gedung ini diperuntukkan bagi kegiatan laboratorium lingkungan, dan juga peningkatan jumlah sampah terpilah yang dikumpulkan di bank sampah Mamuju Keren, serta kondisi gedung yang rusak pasca gempa Mamuju tahun 2021 kemarin, maka saat ini dan kedepannya, gedung laboratorium DLHK tidak lagi representatif untuk kegiatan bank sampah Mamuju Keren.” Kata Asdiyani. Untuk mendukung kegiatan pemilahan sampah oleh bank sampah Mamuju Keren, dipandang perlu untuk mencari solusi terkait dengan gedung operasional bank sampah, apalagi bank sampah Mamuju Keren dapat dikatakan secara de facto mulai berstatus sebagai Bank Sampah Induk (BSI) dimana melayani dan bekerjasama dengan beberapa Bank Sampah Unit (BSU).
Kendala lainnya adalah keterbatasan jumlah staf pengelola bank sampah dan waktu aktivitas bank sampah. Asdiyani menyatakan baik jumlah staf yang bertugas, dan terbatasnya waktu bank sampah beroperasi juga menjadi kendala dalam pelaksanaan kegiatan pengumpulan sampah terpilah di bank sampah Mamuju Keren. Seringkali terjadi ada masyarakat yang memiliki waktu dan datang membawa sampah terpilah diluar hari aktivitas bank sampah dan tidak dapat dilayani oleh bank sampah, sehingga masyarakat tidak termotivasi lagi untuk memilah sampah karena waktu buka bank sampah yang terbatas. Keterbatasan waktu buka bank sampahi terjadi karena sebagian besar staf yang beraktivtas di bank sampah, juga beraktivitas sebagai ASN di DLHK kabupaten Mamuju.
Harapan Pengelolaan Bank Sampah Kedepan
Kegiatan bank sampah Mamuju Keren telah menyadarkan masyrakat bahwa masyrakat Mamuju juga bertanggungjawab langsung dalam pegelolaan sampah yang dihasilkannya. Jumlah nasabah yang bertambah dan juga bermunculan bank sampah baru yang menjadi jejaring dari bank sampah Mamuju Keren, meunjukkan bahwa keberadaan bank sampah mendorong keinginan masyarakat untuk mulai mengelola sampah yang dihasilkannya. Selama ini masyarakat Mamuju berpandangan bahwa Sampah rumah tangga menjadi urusan pemerintah kabupaten, karena masyarkat telah membayar retribusi, tetapi dengan adanya bank sampah Mamuju Keren, telah memberikan prespektif baru bagi masyarakat bahwa sampah yang mereka hasilkan harus mereka kelola dahulu sebelum dibuang ke bak sampah untuk diangkut ke TPA.
Harapan kedepan bagi keberadaan bank sampah Mamuju Keren, adalah perlunya kolaborasi bersama seluruh para pemangku kepentingan, khususnya pemerintah, untuk meniNgkatkan pemilahan sampah di masyarakat. Pemerintah diharapakan untuk terus mendorong untuk memilah sampah yang mereka hasilkan, melalui regulasi,hingga reward, sebagaimana yang terjadi di kabupaten Bantul, dimana Bupati Bantul mengeluarkan regulasi agar setiap ASN wajib melakukan pemilahan sampah. Selain itu perlunya pemerintah mendukung keberadaan bank sampah yang ada di kabupaten Mamuju khususnya mendukung aktivitas operasional bank sampah baik dari segi fasiltas opersaional maupun peningkatan baik jumlah dna kapasitas SDM pengelola bank sampah. Pemerintah juga mendorong lahirnya bank sampah baru di kabupaten Mamuju khususnya pada sekolah, masing- masing kelurahan/ lingkungan, khususnya didaerah yang mana pengangkutan sampahnya belum maksimal. (written by a2p-DLHK)
KOMENTAR UNTUK DISIKUSI