Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) kabupaten Mamuju, Hamdhan Malik S.STP, MM, mengapresiasi kegiatan sosialisasi Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG) yang dilaksanakan di kecamatan Tommo, kabupaten Mamuju, oleh Direktorat Pengendalian Kerusakan Ekosistem Gambut, Ditjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Kamis, 27 Juli 2023, selain dihadiri oleh msyarakat dari beberapa desa di Tommo, Dekan fakultas Pertanian dan Kehutanan Universitas Sulawesi Barat, juga dihadiri oleh anggota DPR RI Komisi IV, Dr. H Suhardi Duka, MM.
Dalam sambutannya, Hamdhan Malik menyatakan bahwa kondisi peningkatan suhu permukaan bumi yang menyebabkan perubahan iklim, dipicu oleh meningkatnya akumulasi Gas Rumah Kaca (GRK) diatmosfer bumi. Badan Meteorologi Dunia menetapkan bulan Juli tahun 2023 sebagai bulan terpanas sepanjang sejarah, dengan kisaran suhu antara 43⁰ C -48⁰ C di berbagai wilayah di dunia. Fakta ini menyadarkan kita semua bahwa dampak perubahan iklim menjadi nyata adanya, dan kita diajak untuk sadar akan kondisi ini serta melakukan tindakan-tindakan nyata secara konsisten untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca yang dilepaskan ke atmosfer bumi.
Lebih lanjut, Hamdhan Malik mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi Desa Mandiri Peduli Gambut ini merupakan salah satu tindakan nyata dalam mengatasi kondisi global terkait pemanasan global dan perubahan iklim dalam konteks lokal di kabupaten Mamuju. Kegiatan sosialisasi desa mandiri peduli gambut mengajak pemerintah desa dan masyarakat desa yang hidup diwilayah sekitar lahan gambut, untuk menyadari pentingnya keberadaan lahan gambut bagi kehidupan, dan membangun komitmen bersama untuk menjaga kondisi lahan gambut yang baik dan sehat. Kegiatan ini diharapakan meningkatkan kapasitas pemerintah desa bersama masyarakat dalam memformulasi kebijakan dan kerja pemerintah desa serta masyarakat yang menguatkan keberadaan lahan gambut sehingga dapat menjalankan fungsinya dengan baik.
Ekosistem gambut memiliki banyak jasa lingkungan termasuk salah satunya adalah kemampuan untuk menyimpan Gas Rumah Kaca yakni Karbondioksida (CO2) dan Methan (CH4). Lahan gambut secara luasan hanya 3-5% dari luas permukaan bumi, tetapi memiliki kemampuan menyimpan Karbon sebesar 30% dari stok karbon atau melebihi kemampuan tegakan hutan diseluruh dunia untuk menyimpan karbon. Dengan menjaga kondisi lahan gambut tetap sehat dan baik, kita telah berkontribusi aktif dalam mengurangi terlepasnya Karbon ke atmosfer, sehingga diharapkan dapat menjaga kondisi suhu bumi yang sesuai untuk mendukung eksistensi kehidupan.
Hamdhan Malik mengapresiasi Kementerian LHK, khususnya direktur Pengendalian Kerusakan Ekosistem Gambut KLH RI yang yang berkenan meluangkan waktu untuk memberikan informasi, masukan dan arahan dalam rangka pengelolaan lahan gambut pada level masyarakat dan pemerintah desa di kecamatan Tommo-Mamuju. Hamdhan juga menyampaikan terima kasih sebesarnya kepada Dr. H Suhardi Duka, MM selaku anggota DPR RI komisi IV sekaligus anggota DPR dari Sulawesi Barat, yang dengan penuh daya upaya, mengusahakan pembangunan daerah berbasis lingkungan yang berkelanjutan di Sulawesi Barat, khususnya Mamuju dan di desa Tommo ini, dengan mengusahakan secara aktif penguatan kapasitas perangkat pemerintahan didaerah, salah satunya dengan pelaksanaan kegiatan sosialisasi desa mandiri peduli gambut.
Dengan dilaksanakan sosialisasi desa mandiri peduli gambut, dapat menjadi referensi utama bagi pemerintah dan masyarakat desa dalam membangun kebijakan pembangunan desa yang berwawasan lingkungan yang berkelanjutan. Kondisi lingkungan hidup yang baik dan sehat menjadi hak bagi setiap penduduk Indonesia, termasuk generasi masa mendatang yang akan menjadi penduduk Indonesia kedepan, ungkap Hamdhan Malik. (a2p-DLHK)
KOMENTAR UNTUK DISIKUSI